Potensi Besar Wisata Langkat Terbengkalai! Kadis Pariwisata Mengeluh Minim Anggaran

Sejauh ini, visi dan misi tidak didukung dengan anggaran, proyek dan terget pengembangan bidang pariwisata.

Potensi Besar Wisata Langkat Terbengkalai! Kadis Pariwisata Mengeluh Minim Anggaran
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Wisatawan berjibaku melewati jalur ekstrim berbatu dan terjal menuju destinasi Bekancan River yang baru diresmikan pada 5 Juni 2019 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Kondisi Geografis Kabupaten Langkat punya potensi besar di bidang pariwisata.

Pengembangan bidang pariwisata Langkat juga bagian visi dan misi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin dalam program kerjanya.

Sejauh ini, visi dan misi tidak didukung dengan anggaran, proyek dan terget pengembangan bidang pariwisata. Selain itu, diduga tidak sinkronnya koordinasi antar dinas terkait Pemkab Langkat.

Diketahui Langkat punya wisata alam dan kekayaan budaya berupa wisata flora dan fauna yang dianugerahi. Seperti kawasan hutan lindung TNGL, wisata gajah hewan dilindungi di Tangkahan, wisata alam di kawasan Bahorok, wisata alam air terjun yang indah di kawasan Sei Bingai, wisata Orangutan. Bukit Lawang.

Namum sangat disayangkan, pembangunan tidak sejalan. Terutama infrastruktur jalan banyak yang rusak, bahkan belum terjamah aspal. Bahkan fasilitas wisata yang belum dikelola baik untuk pendapatan daerah dan guna hidupnya perekonomian kerakyatan.

Kadis Pariwisata Langkat, Nur Elly Rambe tidak menampik ada beberapa kerusakan wisata alam di Kabupaten Langkat.

Mereka juga mengakui beberapa tempat wisata minim perhatian dan sentuhan.

"Bagaimana ya, bukan tidak ingin memajukan pariwisata di Langkat. Kami sudah berusaha sebaik dan semaksimal mungkin. Namun selama ini anggaran dinas ini terlalu minim," ujarnya didampingi Kabid Pariwisata Puan saat ditemui di ruangannya, Senin (24/6)

Nuur Elly mengatakan, ada kesulitan koordinasi antar birokrasi untuk pembangunan pariwisata. Koordinasi terkadang belum bisa menghasilkan target atas permintaan-permintaan untuk mendukung tempat wisata di Kabupaten Langkat.

"Kami sempat melakukan survei dan pendekatan kepada masyarakat di sekitar lokasi wisata alam. Dalam koordinasi itu, beberapa masyarakat mau dan ingin bekerja sama dengan kita untuk sama-sama menghasilkan restribusi," katanya

Elly juga mengungkapkan, ada sekitar 50 wisata alam yang sudah terdata di dinasnya. Lebih kurang 30 lokasi merupakan milik atau dikelola Pemerintah Kabupaten Langkat, sisanya lokasi pribadi milik masyarakat.

"Semuanya sudah kita kita usahakan untuk menggandeng dalam menghasilkan restribusi. Seperti Bukit Lawang misalanya, ada sekitar 20 Hektar lahan PTPN yang sudah diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Langkat, di zaman Pak Samsul Arifin. Karena lahan itu tidak diperdayakan, sekarang lahan tersebut dibangun masyarakat sekitar," ujarnya.

Elly juga seperti curhat, bahwa permasalahan Dinas Pariwisata seperti benang kusut yang mesti dirunut dari awal. Untuk mengurai masalahnya, perlu waktu lama.

"Intinya kita sedang berusaha semaksimal mungkin memajukan wisata alam di Langkat dan menjalankan visi dan misi Bupati Langkat. Kami mohon dukungan dari pihak-pihak terkait agar usaha kami lebih dipermudah," pungkasnya.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved