Sembilan Tahun jadi Buronan, Kaki M Rivai Akhirnya Ditembak Petugas

Abdul Rahman mengumpulkan personel untuk mendatangi lokasi melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

Sembilan Tahun jadi Buronan, Kaki M Rivai Akhirnya Ditembak Petugas
TRIBUN MEDAN/HO
Kapolsek Pulau Raja, AKP Abdul Rahman Manurung (kanan) menunjukkan dokumen foto-foto kasus pembunuhan kepada tersangka M Rivai (tengah), Senin (24/6/2019). Tersangka diketahui telah sembilan tahun buron setelah membunuh Leni br Silaban pada 7 Maret 2010 silam. 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Setelah sembilan tahun bebas berkeliaran, akhirnya tersangka kasus pembunuhan, M Rivai (30) warga Dusun VI, Desa Perkebunan Gunung Melayu, Kecamatan Rahuning berhasil dibeluk petugas.

Kapolsek Pulau Raja, AKP Abdul Rahman Manurung menjelaskan penangkapan tersangka berawal dari pemberitahuan warga yang menyebutkan keberadaan buronan tersebut di kampung mereka.

Atas informasi itu, maka Abdul Rahman mengumpulkan personel untuk mendatangi lokasi melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

"Kemarin (Minggu) sekitar jam 4 sore saya dapat telepon masyarakat yang melihat tersangka kasus 338 yang terjadi pada 7 Maret 2010 ada di daerah mereka. Kemudian saya pun mengumpulkan personel untuk melakukan penangkapan," kata Abdul Rahman, Senin (24/6/2019).

Selanjutnya sekitar pukul 18.00 WIB, petugas mendatangi lokasi yang disebut dikunjungi oleh M Rivai. Setelah dilakukan penggrebekkan ternyata benar tersangka yang dimaksud tengah berada di dalam rumah.

Melihat kedatangan polisi M Rivai coba melarikan diri. Tak mau buruannya lepas, maka petugas lalu memberikan tindakan tegas terukur, berupa tembakan ke arah kaki tersangka, hingga akhirnya berhasil tertangkap

"Kami terpaksa menembak kaki tersangka karena coba melarikan diri," jelasnya.

Peristiwa pembunuhan yang dilakukan M Rivai terhadap seorang wanita bernama Leni br Silaban (20) terjadi pada 7 Maret 2010 silam di kawasan Afdeling III PTPN IV Kebun Pulau Raja.

Ketika itu, korban yang tengah menunggu bus tujuan Pekanbaru dihampiri tersangka. Namun, setelah dibujuk rayu, akhirnya korban mau dibawa keliling oleh tersangka.

"Sekitar jam 22.00 WIB kala itu, pelaku membawa korban ke areal perkebunan. Disana pelaku hendak memperkosa korban, tetapi korban melakukan perlawanan," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved