3 Kali Terima Paketan Sabu, Jonson Siregar Diamankan Satnarkoba Polres Tanah Karo

Pria bernama Jonson Siregar itu diamankan saat membawa barang bukti sabu di seputar Jalan Udara, Berastagi.

TRIBUN-MEDAN.com - Satuan Narkoba Polres Tanah Karo, berhasil mengamankan seorang pria yang terlibat dalam tindak pidana peredaran narkoba, Jumat (21/6/2019) kemarin.

Diketahui, pria bernama Jonson Siregar itu diamankan saat membawa barang bukti sabu di seputar Jalan Udara, Berastagi.

Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Sopar Budiman, mengungkapkan pihaknya masih mendalami apakah Jonson merupakan kurir atau pengedar. Dirinya menyebutkan, jika melihat barang bukti yang dibawa oleh Jonson pihaknya menduga pelaku merupakan pengedar besar. Karena, dari tangan Jonson pihaknya berhasil menyita sabu seberat 854,09 gram, atau hampir satu kilogram.

"Kalau dari barang yang kita sita ini cukup besar, kalau dijual ini berkisar 900 juta rupiah. Kita masih dalami, apakah pelaku ini merupakan kurir atau juga sebagai pengedar," ujar Sopar, Selasa (25/6/2019).

Sopar mengatakan, dari keseluruhan barang bukti yang disita pihaknya mendapati sabu tersebut sudah dibungkus di dalam plastik bening sebanyak 11 bungkus, seberat 840 gram. Kemudian, mereka juga menyita empat paketan dengan plastik klip berbagai ukuran, yang seluruhnya seberat 14,09 gram.

Sopar menjelaskan, saat akan dilakukan penangkapan pelaku mencoba melawan petugas dengan berusaha melarikan diri. Dirinya mengatakan, akibat dari perlawanan tersebut pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur. Dengan memberikan hadiah timah panas, di kaki sebelah kanan pelaku.

"Karena dia berusaha melawan saat akan ditangkap, kita terpaksa lakukan tindakan tegas dan terukur," katanya.

Sopar kembali menjelaskan, menurut pengakuan tersangka dirinya sudah menerima paketan narkoba sebanyak tiga kali. Namun, Sopar menyebutkan pihaknya masih menyelidiki dari mana asal muasal barang haram tersebut.

"Kalau narkoba ini pasti ada terus jaringannya, tapi kita belum bisa pastikan dari mana barang ini berasal," ucapnya.

Sopar mengatakan, akibat dari perbuat tersangka pihaknya akan menjerat pelaku dengan pasal 114 dan 112 KUHP, undang-undang nomor 35 tahun 2009. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati. (cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved