Draft Tahapan Pilkada Serentak 2020 Masih Uji Publik, Ini Penjelasan KPU Sumut

Ini merupakan pekerjaan KPU RI untuk mendengar respons publik. Seperti alasan mengapa pemungutan suara di tanggal 23 September 2020

Draft Tahapan Pilkada Serentak 2020 Masih Uji Publik, Ini Penjelasan KPU Sumut
Tribun-Medan/Fatah Baginda Gorby
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Herdensi Adnin. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komisioner KPU Sumatera Utara, Herdensi Adnin mengatakan, draft tahapan Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2020 sedang menjalani 'uji publik' yang dilakukan oleh KPU RI.

Menurut Herdensi, 'uji publik' dilakukan untuk mendapatkan respons pihak-pihak terkait mengenai konsep tahapan tersebut.

"Ini merupakan pekerjaan KPU RI untuk mendengar respons publik. Seperti alasan mengapa pemungutan suara di tanggal 23 September 2020," ujarnya, (25/6/2019).

Sehingga menurut Densi, sangat memungkinkan draft tersebut mengalami perubahan.

"Namanya juga masih draft, sehingga sangat mungkin berubah. KPU menampung semua masukan yang ada," jelasnya.

Lagipula, kata Densi pihak KPU RI wajib melakukan konsultasi kepada Komisi II DPR RI mengenai pembuatan peraturan tersebut.

Hingga saat ini, lanjut Densi draft tahapan pilkada tersebut masih mengacu pada Undang -Undang nomor 10 tahun 2016.

"Apabila undang-undang tersebut berubah, maka PKPU akan menyesuaikan," katanya.

Sementara itu, menurut Densi tidak ada perbedaan yang signifikan antara pilkada dengan pileg dan pilpres.

Baginya, perbedaaan hanya mengenai objek yang akan dipilih dan teknis pelaksanaan.

Halaman
123
Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved