Tribun Wiki

Gedung London Sumatera, Landmark Kota Medan, Berdiri sejak 1910

Pendirian Gedung Lonsum pada 1909, bersamaan dengan lahirnya Ratu Juliana dari Belanda.

Gedung London Sumatera, Landmark Kota Medan, Berdiri sejak 1910
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Gedung Lonsum merupakan gedung peninggalan Kolonial yang menjadi Objek Wisata Berswafoto di Jalan, Jenderal Ahmad Yani No.2, Kesawan, atau ujung Jalan Kesawan Kota Medan, hari Selasa (25/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Salah satu bangunan ikonik atau landmark di Kota Medan adalah gedung PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau sering disingkat menjadi Lonsum (London Sumatra) yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Gedung Lonsum merupakan bangunan zaman kolonial, dibangun dengan lima lantai dan secara keseluruhan tampilan luarnya berwarna putih.

Gedung tersebut dibangun dengan konsep arsitektur gaya Eropa dan gaya rumah-rumah yang ada di London pada masa abad 18-19. Karena keunikannya, gedung ini sering dipakai sebagai masyarakat Medan untuk latar foto. 

Biasanya tempat ini dijadikan lokasi berfoto pada malam hari keunikannya akan bertambah dengan cahaya lampu malam. Tak tanggung-tanggung, bahkan ada yang menjadikannya latar berswafoto pra-nikah.

Gedung Lonsum yang merupakan cagar budaya juga merupakan gedung pertama di Kota Medan yang menggunakan teknologi lift.

Bentuk lift seperti sangkar besi bermotif bunga dengan dekorasi art deco. Lift yang digunakan sejak tahun 1910 ini masih berfungsi baik. Untuk perawatannya dilakukan setiap hari Sabtu dan setiap tahun didatangkan teknisi khusus dari Inggris.

Pendirian Gedung Lonsum pada 1909, bersamaan dengan lahirnya Ratu Juliana dari Belanda.

Awalnya Gedung Lonsum merupakan kantor perusahaan perkebunan karet Harrisons & Crosfield.

Harrisons & Crosfield (H&C) didirikan oleh Trio Daniel Harrison, Smith Harrison, dan Joseph Crosfield pada tahun 1844 di Liverpool dan bergelut di bidang import biji-bijian dan kopi.

Pada tahun 1982, perusahaan H&C menjual sahamnya ke perusahaan Malaysia, Sime Darby yang selanjutnya pada tahun 1994 menjual semua aset perkebunan kepada London Sumatra Plantation ltd. atau PT. London Sumatra.

London Sumatra merupakan perusahaan yang bergerak di industri perkebunan kelapa sawit dan karet. Produk utamanya adalah minyak sawit mentah dan karet serta sejumlah kecil kakao, teh dan biji-bijian.

London Sumatra didirikan tanggal 18 Desember 1962 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1962. Kantor pusat perusahaan dengan kode emiten LSIP terletak di Ariobimo Sentral Lt. 12, Jln. HR. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5, Jakarta 12950 – Indonesia, sedangkan kantor cabang operasional berlokasi di Medan, Palembang, Makassar, Surabaya dan Samarinda.

Sementara untuk Induk usaha dari Lonsum adalah Salim Ivomas Pratama Tbk / SIMP, dimana SIMP memiliki 59,48 persen saham yang ditempatkan dan disetor penuh Lonsum, sedangkan induk usaha terakhir dari Lonsum adalah First Pacific Company Limited, Hong Kong. (cr22/tribun-medan.com)

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved