Mahasiswa Pertanyakan Kasus Dugaan Korupsi Tapian Siri-Siri Madina

Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian kasus dugaan korupsi tersebut masih dalam tahapan penyelidikan.

Mahasiswa Pertanyakan Kasus Dugaan Korupsi Tapian Siri-Siri Madina
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Koalisi Mahasiswa Pegerakan Kabupaten Mandailing Natal (Kompak Madina) unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jl AH Nasution, Selasa (25/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sejumlah massa Koalisi Mahasiswa Pegerakan Kabupaten Mandailing Natal (Kompak Madina) unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jl AH Nasution, Selasa (25/6/2019).

Mereka mempertanyakan penanganan seputar perkara dugaan korupsi dalam pembangunan objek wisata Tapian Siri-siri Syariah dan Taman Raja Batu di Kabupaten Madina yang sudah ditangani sejak Februari 2018.

"Sampai hari ini belum ada status hukumnya, padahal Kejatisu sudah menangani kasus itu," ucap koordinator aksi Taufik Pulungan.

Massa meminta, agar Kejatisu bersikap transparan dan menjelaskan perihal kelanjutan kasusnya bila memang benar sudah dilakukan penyelidikan.

"Bila memang sudah dilakukan, tunjukkan bukti-buktinya dan kita juga meminta pendapat atau kajian hukum bila ada indikasi korupsinya. Kalaupun ada korupsinya, kenapa sampai sekarang tidak ada kejelasan hukumnya," tambahnya.

Kasus ini, lanjutnya, sejak bergulir di Kejati Sumut sudah menimbulkan pro dan kontra di mata masyarakat dan pemerintah Kabupaten Madina.

"Bila tidak ada unsur pelanggaran hukum atas pengerjaan proyek tersebut, kami sarankan Kejatisu agar segera meminta maaf ke Bupati Madina dan jajarannya atas kelalaian dan ketidaktegasan Kejatisu menangani perkara itu," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian kasus dugaan korupsi tersebut masih dalam tahapan penyelidikan oleh tim ahli dan belum bisa dipastikan kapan dituntaskan.

"Masih dalam tahapan penyidikan, belum bisa dipastikan kapan siapnya. Karena itu tergantung ahli, harus ada kesimpulan dari mereka baru nanti kita gelar perkara," jelasnya.

Lebih lanjut, ia beralasan lamanya proses berlanjut dikarenakan ahli yang diturunkan ke lokasi Taman Raja Batu bukan satu orang ahli saja.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved