Mengenal Rimbapala USU, Anak-anak Muda yang Mengabdikan Diri pada Lingkungan

Memang begitu banyak organisasi atau komunitas yang bergerak pada kepedulian lingkungan maupun konservasi

Mengenal Rimbapala USU, Anak-anak Muda yang Mengabdikan Diri pada Lingkungan
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Anggita Rimbapala Universitas Sumatera Utara (USU) berfoto bersama dalam even Festival Lingkungan Hidup bertajuk Selow (Saving Environment Loving Our World) di Fakultas Kehutanan USU, Jalan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bagi mahasiswa pecinta lingkungan, Rimbapala sydah tidak asing lagi, seperti Belum lama ini, kumpulan anak muda pecinta lingkungan yang menamai diri Rimbapala Fakultas kehutanan, Universitas Sumatera Utara (USU) adakan Feslival Lingkungan Hidup untuk pertama kali bertajuk Selow (Saving Environment Loving Our World) di Fakultas Kehutanan USU, Jalan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru.

Memang begitu banyak organisasi atau komunitas yang bergerak pada kepedulian lingkungan maupun konservasi, di tengah membeludaknya komunitas tersebut, 7 tahun silam hingga saat ini Rimbapala tetap optimis mengajak anak muda terutama mahasiswa mengambil peran, berkontribusi terhadap lingkungan.

Saat berbincang dengan Tribun Medan, Ketua umum Rimbapala USU, M Khobir Tanjung, menjelaskan bahwa Rimbapala USU merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di USU, yang dibentuk sebagai wadah bagi mahasiswa pecinta alam yang bergerak dibidang konservasi dan olahraga bebas.

Ia mengatakan jika dibandingkan dengan organisasi atau komunitas pecinta alam di Medan, Rimbapala termasuk masih muda sebab baru berusia 7 tahun tepatnya 23 September 2013.

"Kalau dilihat dari organisasi sejenis, mapala dikawasan Medan atau Sumut, kita tergolong masih muda, sebab yang lain sudah berumur puluhan tahun," katanya, saya harap kegiatan ini tetap terpelihara, jadi setiap ada even lingkungan hidup dari siapapun itu kita akan dukung," katanya.

Rimbapala USU juga dikenal sebagai organisasi pecinta alam yang kerap mengkritik tindakan-tindakan vandalisme terhadap lingkungan, salah satunya seperti pencabutan paku di pohon-pohon jalur hijau kota Medan, hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat tentang kerusakan alam.

"Di jalur hijau itu orang-orang sering nempel spanduk atau poster pake paku, tentu saja itu merusak alam, sebagian orang nggak sadar kalau itu menyakiti alam," katanya

Selain itu Rimbapala juga aktif melaksanakan pengabdian masyarakat di desa binaan seperti penanaman dan perawatan mangrove dan lainnya.

"Kita juga berpartisipasi mengembangkan potensi suatu desa seperti di salah satu desa binaan di daerah terpencil Sibolangit, jadi karena kita sering buat kegiatan di sana, mempublis baik iti edukasi ataupun olahraga alam bebas, orang jadi semakin mengenal desa itu, dulu listrik belum sampai," tuturnya.

Ia berharap kegiatan yang berbau kepedulian lingkungan tidak hanya dilaksanakan di Medan saja, namun skala nasional.

"Misalnya dilaksanakan serentak di 5 kota di Indonesia, atau memperingati kita serentak mengkampanyekan peduli lingkungan, pastisemakin banyak yang tergerak dan terlibat," katanya

"Rencana kedepannya kita ingin buat kampanye edukasi pengelolaan sampah dan kampanye anti plastik," tambahnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved