Terancam Hukuman Mati, Haris Simamora Menangis saat Membacakan Nota Pembelaan, Begini Pengakuannya

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai perbuatan terdakwa Haris Simamora melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan diancam hukuman mati

Terancam Hukuman Mati, Haris Simamora Menangis saat Membacakan Nota Pembelaan, Begini Pengakuannya
kolase foto/Yusuf Bachtiar/Tribun Jakarta
Terdakwa Haris Simamora usai sidang di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (8/4/2019) 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai perbuatan terdakwa Haris Simamora melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman mati.

////

Terdakwa Haris Simamora usai sidang di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (8/4/2019)
Terdakwa Haris Simamora usai sidang di PN Bekasi, Senin (8/4/2019) (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

TRIBUN-MEDAN.COM - Terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora mengaku sempat mencium kening dua orang ponakannya yang dia bunuh Sarah dan Arya Nainggolan.

Hal ini dia ungkapkan saat membacakan nota pembelaan di sidang pembacaan pledoi yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bekasi, Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (24/6/2019).

"Saya masuk ke dalam kamar dan melihat dua orang ponakan saya, saya menangis dan mencium kening ponakan saya Sarah dan Arya," kata Haris saat menceritakan kronologis kejadian pembunuhan di nota pembelaannya.

Momen ketika dia mengecup kening dua orang anak tidak berdosa itu terjadi usai ia menghabisi nyawa keduanya.

Haris menjelaskan, ia mulanya menghabisi nyawa kedua orangtua Sarah dan Arya, Daperum Nainggolan dan Maya Boru Ambarita.

Baca: INILAH 9 Universitas Terbaik Indonesia Masuk Daftar QS World University Ranking dan 14 PTN. . . .

Baca: Jelang Putusan MK, Inilah 8 Momen Menarik Selama Persidangan Sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi

Baca: Dahnil Anzar Ungkap Alasan Prabowo-Sandi Tak akan Hadiri pada Sidang Putusan Sengketa Pilpres di MK

Daperum dan Maya dibunuh dengan cara dipukul lalu ditusuk leher keduanya menggunakan linggis.

Akibat kegaduhan itu, dua orang anaknya keluar dari dalam kamar dan menanyakan ke Haris apa yang sedang terjadi dengan kedua orangtuanya.

"Mamah sedang sakit kamu masuk ke kamar saja besok sekolah, tapi mereka tidak mau masuk dan bertanya begitu lagi, saya langsung bentak mereka dan membawa mereka ke kamar dan mencekik kedua ponakan saya Sarah dan Arya," tutur Hari saat membacakan nota pembelaan.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved