Terjun ke Sungai Bilah yang Deras saat Naik Motor, Yumi dan Dewi Belum Ditemukan
Diyakini korban hanyut terbawa arus sungai yang cukup deras serta penuh batu dan pasir.
Penulis: Arjuna Bakkara |
TRIBUN-MEDAN.com-Dua orang warga, Yumi Pasaribu (17) dan Dewi Rinawati Siregar (29), belum ditemumkan setelah sepeda motor yang mereka kendarai terjun ke Sungai Bilah di Desa Lontung Jae I, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Senin (24/6/2019).
Hingga kini, Selasa (25/8/2019) siang, Tim SAR masih bekerja di lokasi kecelakaan.
"Diperkirakan penyebab kejadian korban terjun langsung ke Sungai Bilah dikarenakan sepeda motor yang dikendarai korban rem blong," ujar Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu Sutomo Simaremare.
Pencarian kedua korban yang melibatkan anggota Polsek Garoga, TNI, Basarnas dibantu warga setempat.
Baca: Samosir dan Tapanuli Utara Semakin Dekat Berkat Kehadirian KMP Muara Putih I
Baca: Tertimbun Longsor di Simalungun, Ekskavator Terseret ke Jurang Sedalam 300 Meter, Satu Orang Korban
Kata Aiptu Simare-mare, diperkirakan korban terjun ke sungai dengan ketinggian 50 meter. Diyakini korban hanyut terbawa arus sungai yang cukup deras serta penuh batu dan pasir.
Seorang saksi, Madan Tambunan, warga Dusun Tapus Nabolak mengatakan, Desa Sihulambu, Kecamatan Aek Bilah Tapsel hendak pulang ke rumahnya di Sihulambu dari Pasar Garoga mengendarai sepeda motor.
Pada saat di perjalanan, Madan Tambunan melewati dua orang wanita berboncengan mengendarai sepeda motor. Namun, pada saat tiba di Sungai Bilah, dia mendengar suara wanita yang menjerit minta tolong.
Madan pun berhenti dan melihat langsung kedua korban ternun ke sungai. Kemudian Madan pun memberitahukan hal itu kepada Warga sekitar. Warga bersama TNI, dan polsek setempat langsung melakukan pencarian.
Tim SAR kesulitan mencari karena kondisi tebing sungai cukup curam. Arus sungai juga lumayan deras serta berwarna coklat. (jun/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/masuk_jurang.jpg)