Aksi Cepat Tanggap

Aksi Penggalangan Dana untuk Bantu Keluarga Penyintas

Kebakaran hebat dari sebuah rumah yang merupakan tempat perakitan korek api gas (mancis) yang beralamat di Jl. Tengku Amir Hamzah Dusun IV

Aksi Penggalangan Dana untuk Bantu Keluarga Penyintas
TRIBUN MEDAN/HO
Tim relawan ACT-MRI Binjai langsung bergerak melakukan penggalangan donasi bersama rekan BKPRMI Binjai Timur di sekitaran lampu merah Tugu Binjai. 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEDAN (21/6/2019) - Kebakaran hebat dari sebuah rumah yang merupakan tempat perakitan korek api gas (mancis) yang beralamat di Jl. Tengku Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo Binjai, menyisakan kisah sedih dan pilu keluarga penyintas yang ditinggalkan.

Peristiwa mengerikan ini, berawal ketika ada suara ledakan sekitar pukul 11.45 WIB dari dalam rumah yang menyebabkan percikan api, dikarenakan ruangan yang tertutup serta banyaknya bahan-bahan seperti cairan gas (mancis) seketika api langsung membesar dan membakar seluruh ruangan di dalam rumah.

Tim relawan ACT-MRI Binjai langsung bergerak melakukan penggalangan donasi bersama rekan BKPRMI Binjai Timur di sekitaran lampu merah Tugu Binjai.
Tim relawan ACT-MRI Binjai langsung bergerak melakukan penggalangan donasi bersama rekan BKPRMI Binjai Timur di sekitaran lampu merah Tugu Binjai. (TRIBUN MEDAN/HO)

Para karyawan termasuk anak-anak yang berada dalam rumah tersebut, tidak sempat menyelamatkan diri dikarenakan akses pintu keluar masuk terkunci sehingga terjebak di sisi ruang kamar paling depan, dan tewas dengan cara yang sangat mengenaskan. Ada 4 karyawan yang selamat dari peristiwa ini, mereka sebelumnya izin pulang untuk makan siang, namun setelah keluar dari pabrik/rumah tersebut, pintu langsung dikunci oleh mandor dari dalam rumah.

Awalnya, warga yang berada di sekitar rumah mendengar teriakan dari dalam rumah, namun naas, api yang muncul terlanjur membesar memenuhi seluruh ruangan yang berisi gas korek api sehingga 30 karyawan yang ada di dalam rumah hangus terbakar.

Warga yang berada disana, baik itu warga setempat maupun pengguna jalan yang berhenti, termasuk relawan ACT-MRI Binjai Iqbal dan Zio yang kebetulan berada di dekat TKP. Mereka bersama warga langsung berusaha memadamkan api, namun begitu para karyawan yang terjebak dalam rumah tidak dapat diselamatkan.

Tim relawan ACT-MRI Binjai mengunjungi lokasi kebakaran
Tim relawan ACT-MRI Binjai mengunjungi lokasi kebakaran (TRIBUN MEDAN/HO)

Total 30 korban tewas, (28 karyawan wanita, 2 anak laki-laki, 4 anak perempuan) anak-anak yang menjadi korban merupakan anak-anak yang dibawa oleh ibunya ketika bekerja di tempat kejadian.

Petugas Damkar Kabupaten Langkat dan BPBD kota Binjai sendiri datang sekitar 1 jam setelah api 90% berhasil dipadamkan oleh warga, sehingga mereka langsung memadamkan api yang tersisa sekaligus mengevakuasi para korban dibantu oleh tim medis.

Setelah dilakukan evakuasi terhadap korban, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna dilakukan otopsi. Pihak kepolisian kota Binjai dan Sublabfor juga datang ke lokasi kejadian untuk dilakukan proses penyidikan tempat kejadian.

Pihak kepolisian kota Binjai juga meminta keterangan dari para saksi dan juga 4 karyawan yang selamat dari peristiwa naas ini. Pasca kejadian, tepatnya hari Minggu, tim relawan ACT-MRI Binjai langsung bergerak melakukan penggalangan donasi bersama rekan BKPRMI Binjai Timur di sekitaran lampu merah Tugu Binjai.

Yang nantinya, donasi yang terkumpul akan diserahkan kepada keluarga Penyintas Kebakaran Pabrik Korek Api (Mancis) ini, sehingga dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. (ilham)

Sahabat, korban kebakaran sebagian besar adalah wanita, ibu rumah tangga yang menjadi tulang punggung dan penopang perekonomian keluarga, tidak terbayangkan oleh kita bagaimana beratnya beban hidup keluarga yang ditinggalkan. Untuk itu kami mengajak sahabat, untuk peduli, dan memberikan sedikit rezekinya, untuk saudara-saudara kita ini.

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved