Ekspor Sumut Januari-Maret Anjlok, Ini Pemicunya

Sepinya permintaan dunia terhadap produk komoditi kita, kemudian adanya kondisi perang dagang China dan USA membawa dampak

Ekspor Sumut Januari-Maret Anjlok, Ini Pemicunya
FOTO ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Nilai ekspor Sumatera Utara (Sumut) pada  Januari hingga Maret 2019 mengalami penurunan yang cukup dalam akibat perkembangan perdagangan global.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Parlindungan Lubis, perang dagang antara dua raksasa perdagangan dunia berdampak negatif terhadap ekspor dari Sumut.

"Sepinya permintaan dunia terhadap produk komoditi kita, kemudian adanya kondisi perang dagang China dan USA membawa dampak kepada situasi perekonomian dunia sekaligus membawa penurunan
ekport kita," ujar Parlindungan, Rabu (26/6/2019).

Menurut data yang dijelaskannya, jika dibandingkan Januari hingga Maret 2018 dengan Januari hingga Maret 2019 terjadi penurunan ekport sebanyak -11,9 persen.

"Jadi cukup tinggi nilainya dalam posisi periode Januari hingga Maret 2018 itu nilainya
US$ 2,7 juta tapi Januari hingga Maret 2019 ini sebesar US$ 1,9 juta, jadi ada minus selisih lebih kurang 11,9 persen. Posisi nilai itu kalau kita bandingkan dengan periode-periode sebelumnya, Sumut ini mengalami penurunan dari sisi nilai," jelas Parlindungan.

Diakuinya ada beberapa faktor penyebab terjadinya penurunan ekspor yakni permintaan dari pasar dunia yang berkurang terhadap produk produk Sumut dan terjadinya perang dagang antara Amerika dengan China.

"Dimana perang dagang ini membawa dampak secara tidak langsung kepada permintaan komoditas komoditas daripada penghasilan produk ekspor Sumut," ungkapnya.

Parlindungan mengatakan potensi Sumut didominasi dengan produk utama komoditi ekspor dari hasil pertanian dan perkebunan. Hasil pertanian dan perkebunan berupa sawit, karet, kopi dan sebagainya.

"Produk-produk ini dalam jangka pendek tiga bulan pertama ini mengalami penurunan permintaan tapi kita yakin produk ini adalah merupakan produk kebutuhan primer dari manusia. Untuk makanan produk minyak nabati, lemak dan kopi untuk minuman. Jadi kita harapkan kedepan, ekspor dari Sumut ini membaik dengan catatan permintaan pasar dunia itu meningkat kembali seperti biasa atau meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya karena perang dagang ini kita belum tahu ujungnya ini makin parahkah atau damai," katanya.

Ia menjelasakan upaya pemerintah dalam meningkatkan ekspor yaitu dengan membuat kebijakan dari Menteri Keuangan nomor 1 tahun 2019, dimana pembiayaan ekspor daripada eksportir itu adalah perusahaan yang melakukan ekspor apabila mengirim atau mengekspor barang ke negara Afrika kemudian ke India, kemudian ke Asia Selatan, artinya pemerintah itu memberikan insentif berupa keringanan daripada kredit ekspor yang nilai daripada bunganya itu jauh lebih rendah dari bank-bank swasta dan bank pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved