Kisah Pilu Monika (23) Korban Perdagangan Perempuan, Disiksa Prianya saat Menolak Berhubungan Badan

Monika adalah satu dari 29 perempuan Indonesia yang menjadi korban jaringan perdagangan manusia

Kisah Pilu Monika (23) Korban Perdagangan Perempuan, Disiksa Prianya saat Menolak Berhubungan Badan
Getty Images via BBC
Ilustrasi wanita korban perdagangan dengan modus pesanan pengantin 

Monika yang bertubuh kecil dan berambut lurus ini adalah satu dari 29 perempuan Indonesia yang menjadi korban jaringan perdagangan manusia.

////

TRIBUN-MEDAN.com- Monika (23), wanita yang diperkenalkan dengan seorang perantara yang menjanjikan hidup bahagia sebagai istri seorang pria China.

Saat itu, perempuan asal Pontianak, Kalimantan Barat tersebut tak menyangka perkenalan itu menjadi awal 10 bulan kehidupan penuh derita.

Kala itu, Monika menerima uang sebesar Rp 17 juta untuk menikahi seorang pria China berusia 28 tahun.

Namun, dia mengklaim pria tersebut selalu menyiksanya saat menolak untuk berhubungan seks.

Sementara sang ibu mertua selalu melecehkannya secara verbal maupun fisik selama dia tinggal di kediaman pria tersebut di privinsi Hebei, 122 kilometer dari Beijing.

Monika yang bertubuh kecil dan berambut lurus ini adalah satu dari 29 perempuan Indonesia yang menjadi korban jaringan perdagangan manusia di China.

Mereka diiming-imingi hidup nyaman tetapi kemudian dipaksa menikah atau bekerja tanpa bayaran di negeri Tirai Bambu itu.

Keluarga Dw di Kawasan RW 28, Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).
Keluarga Dw di Kawasan RW 28, Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO)

Monika kini mengenang potongan kehidupan yang sekarang berusaha dia lupakan itu.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved