Lolos dari Hukuman Mati, Penculik dan Pembunuh Keluarga Muhajir Mengaku Pening

"Pening ini. Aku kan bukan otak pelaku," ucap Suryaningrat alias Rio usai persidangan.

Lolos dari Hukuman Mati, Penculik dan Pembunuh Keluarga Muhajir Mengaku Pening
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Tersangka Rio Suryaningrat pelaku yang turut membantu menghabisi keluarga Muhajir. 

Jaksa menuntut terdakwa Komo dengan hukuman penjara seumur hidup.

Pada sidang putusan dirinya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa ini terjadi pada tahun 2018.

Otak pelakunya Agus telah ditembak mati oleh polisi pada saat mau ditangkap.

Berdasarkan fakta persidangan Rio dan Komo mempunyai peran yang berbeda-beda.

Rio sendiri berperan mulai dari mengancam korban, mengikat korban bahkan hingga membuang korban ke sungai di kawasan STM Hulu.

Sementara itu peran Komo ikut membantu Agus dan Rio.

Komo terbukti ikut membantu mulai dari mencari tali untuk mengikat para korban dan membantu melihat situasi di luar rumah korban.

Muhajir semasa hidup saat foto bersama anaknya.
Muhajir semasa hidup saat foto bersama anaknya. (TRIBUN MEDAN/HO)

Ia juga sempat ikut membantu Agus menjemput mobil sewaan dari Desa Bandar Labuhan untuk membawa korban untuk dibuang.

Dalam amar putusan yang dibacakan ketua majelis hakim, Sarma Siregar dengan anggota Udut W K Napitupulu dan Liberty Sitorus, disebutkan bahwa kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi rasa dendam Agus yang menjadi otak pelaku pembunuhan.

Halaman
1234
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved