Modus Baru Prostitusi Online Gunakan Situs Belanja, Polda Sumut akan Jemput Bola

"Ini merupakan kasus yang baru, karena belum pernah ada laporan ke kita terkait hal ini," ujar Kombes Andi Rian.

Editor: Liston Damanik
Tribun Medan
Headline Tribun Medan edisi Rabu, 26 Juni 2019. 

Harga yang ditawarkan untuk pijat mulai dari Rp 100 ribu. Namun, jika ditambah plus-plus, akan dikenakan biaya tambahan.

Teranyar, Tribun mendalami kasus prostitusi online tersebut melalui aplikasi ojek online.
Berdasar informasi yang didapat dari narasumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya, ia pernah ditawari plus-plus saat menggunakan jasa pijat melalui aplikasi tersebut.

"Saya pernah memesan jasa massage dari aplikasi ojek online. Yang datang terapisnya perempuan, jadi setelah pijat, dia menawarkan (plus-plus), tapi saya menolak," katanya.

Ia bercerita, pesanan massage tersebut dilakukan di hotel. Harga pijat yang ditawarkan Rp 180 ribu. Terapis, yang menawarkan jasa plus-plus tersebut. Ia mematok harga Rp 500 ribu jika menggunakan jasa plus-plus.

Ia menambahkan, pesanan dilakukan secara online. Setelah pemesanan berhasil, maka terapis yang menerima pesanan akan menghubungi dan menanyakan lokasi pemesan. Tribun kemudian mencoba mendalami informasi tersebut.

Di aplikasi ojek online yang menyediakan jasa massage, pesanan dapat dilakukan secara mudah. Ada tiga kategori layanan yang ditawarkan. Setelah memilih salah satu layanan, terlihat pilihan pemesanan yang dapat dilakukan pemesan.

Ada tiga jenis pilihan pemesanan, kemudian pemesan bisa melihat apa saja yang terapis sediakan saat melakukan layanan massage. Misalnya, mereka menyediakan matras, kain panjang, seprai, handuk kecil, krim pijat dan minyak pijat untuk full body massage.

Kemudian bagian yang dipijat juga disebutkan, seperti kaki, punggung, tangan, dada atas, leher dan kepala. Pada aplikasi tersebut diperlihatkan harga yang ditawarkan Rp 180 ribu dengan durasi 120 menit. Pemesan juga memilih jenis kelamin terapis yang ingin dipesan.

Kemudian, pesanan dilanjutkan seperti pesanan online biasa dan pembayaran biaa dilakuan secara tunai atau melalui aplikasi. Promosi prostitusi online bahkan secara terang-terangan dilakukan di aplikasi Twitter. Tak segan-segan, para pelaku prostitusi online juga memasang foto vulgar untuk menarik pelanggan.

Mereka juga memasang nomor telepon yang dapat dihubungi ataupun boleh mengirimkan Direct Message (DM). Pembayaran pun dilakuan dengan cara Cash on Delivery (COD) atau melalui transfer.

Tribun kemudian berkomunikasi dengan pelaku prostitusi online via Twitter berinisial A. Setelah diajak bertransaksi, A mengirimkan daftar harga layanannya. Adapun A mematok harga Rp 650 ribu untuk layanan selama satu jam. Tak ada modus dalam promosi A di Twitter semisal menggunakan kedok pijat.

"Dua jam Rp 1,1 juta dan lima jam Rp 1,7 juta," ujarnya A.

Sementara itu, jika menginap atau layanan selama 12 jam, A mematok harga sebesar Rp 2,5 juta. Biaya tersebut hanya untuk biaya layanan, karena biaya hotel sudah ditanggung pemesan. (akb/cr5)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved