Pembobol Alfamart Ini Sempat Mau Tusuk Polisi Dengan Tanduk Kambing

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi berhasil meringkus satu orang pelaku yakni AS alias US.

Pembobol Alfamart Ini Sempat Mau Tusuk Polisi Dengan Tanduk Kambing
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Tersangka AS menunjukkan barang bukti rokok yang diambilnya ketika membobol minimarket Alfamart Tanjung Morawa Rabu, (26/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Deliserdang berhasil mengungkap kasus pembobolan minimarket Alfamart yang berada di Jln Irian Kawasan Tanjung Morawa.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi berhasil meringkus satu orang pelaku yakni AS alias US.

Karena perbuatannya itu yang bersangkutan pun langsung mendekam di tahanan Mapolres Deliserdang.

Informasi yang dikumpulkan AS ditangkap pada 19 Juni lalu disebuah rumah di kawasan Tanjung Morawa. Aksi pencurian yang dilakukan AS terjadi pada 30 Mei 2019.

Pada saat akan dilakukan penangkapan terhadap AS Alias US, personil tim Jatanras Sat Reskrim sempat mendapatkan perlawanan dari pelaku.

Ketika itu tersangka berusaha memukul salah satu personil polisi dengan menggunakan tanduk kambing yang berada disaku celananya. Karena hal itu kemudian tersangka pun diberi tindakan tegas terukur dengan menghadiahinya timah panas pada salah satu kakinya. Ketika dibawa ke RSUD Deliserdang dirinyapun mengakui perbuatannya kepada polisi.

"Bobolnya sama kawan. Tiga orang kami saat itu. Bobol dengan cara naik ke atap menggunakan tangga dan menjebolnya lalu turun pakai tali. Yang diambil dari dalam rokok, parfum, pakaian dalam dan mainan anak-anak,"kata AS.

Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Bayu Putra Samara menyebut pihaknya masih dilakukan pengejaran terhadap rekan-rekan tersangka AS. Identitasnya para pelaku disebut sudah mereka kantongi yakni D, R dan E.

"Tim saat ini masih terus melakukan pengejaran. Pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,"kata Bayu Rabu, (26/6/2019).

Ia juga membenarkan bahwa tersangka AS bersama rekan-rekannya itu juga pernah melakukan tindakpidana pencurian 15 kali. Selain mencuri sepeda motor mereka juga kerap kali membongkar rumah warga.

Sementara itu kasus pembobolan Alfamart pertama sekali diketahui oleh pekerjanya pada pagi hari setelah kejadian. Saat itu pekerja mendapati asbes telah bolong dan bagian susunan rak barang juga sudah berserakan.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved