Wah. . Kontribusi Penggunaan Internet Sumut Tertinggi di Pulau Sumatera

Kontribusi ini merupakan yang tertinggi di Pulau Sumatera yang total kontribusi penggunaan internetnya mencapai 21,6 persen.

Wah. . Kontribusi Penggunaan Internet Sumut Tertinggi di Pulau Sumatera
TRIBUN MEDAN/SEPTRIANA AYU SIMANJORANG
Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Open Policy Meeting (OPM) APJII di Santika Premiere Dyandra Hotel Medan, Rabu (26/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Hingga saat ini pengguna internet dalam skala nasional sudah mencapai 65 persen dari populasi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Open Policy Meeting (OPM) APJII di Santika Premiere Dyandra Hotel Medan, Rabu (26/6/2019).

"Kalau dilihat dari pengguna internet dibandingkan dengan populasi ini sudah cukup bagus. 171 juta orang di Indonesia yang mengakses ke internet. 171 juta orang itu lebih besar dari penduduk negara apapun di Asean," ujarnya.

Sedangkan saat ini kontribusi penggunaan internet di Sumatera Utara mencapai 6,3 persen. Kontribusi ini merupakan yang tertinggi di Pulau Sumatera yang total kontribusi penggunaan internetnya mencapai 21,6 persen.

"Tapi ini kan makin besar juga karena Sumatera Utara bukan hanya Kota Medan tapi ada juga kota-kota pingiran Medan. Karena yang terpenting selain backbone adalah akses," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah agar mendukung jika memang mulai menggelar backbone atau akses. Sehingga begitu menggelar sebuah akses para penyelenggara jasa internet Indonesia lebih mudah.

Menanggapi hal ini Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah yang turut hadir dalam acara ini mengatakan mendukung seluruh upaya peningkatan akses internet di seluruh Provinsi Sumatera Utara.

"Sesuai dengan visi pemerintahan Provinsi Sumatera Utara yaitu terwujudnya Sumut yang maju, aman dan bermartabat, kami membutuhkan dukungan dalam bidang teknologi dan informatika salah satunya adalah mendukung ketersediaan akses internet yang baik dan berkualitas," ujarnya.

Ia mengatakan Sumut sebagai salah satu provinsi di Indonesia merupakan important poin yang harus mendapatkan akses internet yang memadai karena Sumut memiliki potensi yang cukup besar pangsa pasarnya dibidang IT dan didukung masyarakat yang cukup berkembang di bidang IT.

"Karena Sumut sebagai wilayah industri, perdagangan, dan pariwisata merupakan salah satu provinsi yang dapat menciptakan peluang kerja dan peluang usaha dalam bidang perekonomian serta pasar. Akan sangat terasa sulit jika akses internet tidak tersedia dengan baik," ujarnya.

Ia menambahkan saat ini pemerintah Provinsi Sumatera Utara sedang giatnya mendorong teknologi informasi berbasis internet dalam berbagai aktivitas kerja.

"Kami memanfaatkan teknologi informasi seperti media sosial Twitter dan Facebook untuk menjaring aspirasi masyarakat serta meningkatkan pelayanan pada masyarakat," ujarnya.

Ijeck mengharapkan dukungan dari seluruh penyedia jasa internet Indonesia untuk menyediakan akses internet kepada publik dan menjadikan Sumut sebagai cyber province.

Sebagai informasi wilayah yang kontribusi penggunaan internet terkecil di Sumatera adalah Bangka Belitung dan Bengkulu dengan masing masing capaian 0,8 persen dan 0,9 persen. Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) berkontribusi 1,5 persen, Sumbar 2,6 persen, Riau 2,1 persen, Jambi 1,4 persen, Lampung 2 persen, Kepulauan Riau 1 persen, dan Sumsel 3 persen.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved