Akun Ojol Dicuri Beserta Saldonya Gara-gara Telepon Ngaku dari Pusat, Disuruh Verifikasi Kode

Saat ini kasus pencurian akun ojek online (ojol) sedang marak terjadi di berbagai kota tak terkecuali di Kota Malang.

Akun Ojol Dicuri Beserta Saldonya Gara-gara Telepon Ngaku dari Pusat, Disuruh Verifikasi Kode
Kompas.com
Pengemudi ojek online saat menyampaikan aspirasinya di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (23/4/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com - Saat ini kasus pencurian akun ojek online (ojol) sedang marak terjadi di berbagai kota tak terkecuali di Kota Malang.

Pencurian itu dilakukan dengan cara order fiktif kepada pemilik akun ojol.

Asep (bukan nama sebenarnya) bercerita kepada SURYA.co.id, jika akunnya baru saja dicuri orang lain.

Kejadian itu, Senin (24/6/2019) saat dirinya mendapatkan orderan untuk mengantarkan penumpang dari Sawojajar menuju Mergosono.

Kala itu Asep langsung menelepon si costumer yang tadinya order.

Saat ditelepon, nomernya ternyata tidak aktif.

"Waktu dapet orderan itu langsung saya telepon nomor costumer, karena memang saya kebiasaan menelepon biar lebih sopan," katanya, Rabu (26/6/2019).

Selang beberapa saat, ada nomor yang tidak dikenal menelepon Asep.

Ia mengaku dari pusat dan mengatakan yang barusan order itu merupakan orderan fiktif dan tidak bisa dicancel.

Kemudian si penelepon tersebut menanyai nomor NIK KTP dan Asep diharuskan untuk mengikut langkah-langkah yang telah ditentukan penipu tersebut.

Halaman
123
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved