Kadis Pariwista Akui Wisatawan Turun Drastis di Haranggaol karena Bau Keramba Jaring Apung

Kabupaten yang dipimpin oleh JR Saragih ini tampak tidak melakukan pembangunan merata di Kawasan Danau Toba Simalungun

Kadis Pariwista Akui Wisatawan Turun Drastis di Haranggaol karena Bau Keramba Jaring Apung
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Kadis Pariwista Akui Wisatawan Turun Drastis di Haranggaol karena Bau Keramba Jaring Apung. Pengunjung sedang memandang Danau Toba yang diselimuti keramba jaring apung di Kecamatan Haranggaol Kabupaten Simalungun, Rabu (20/3/2019). 

Kadis Pariwista Akui Wisatawan Turun Drastis di Haranggaol karena Bau Keramba Jaring Apung

TRIBUN-MEDAN.com- Kabupaten Simalungun memiliki banyak daerah yang termasuk dalam zona Kawasan Danau Toba (KDT).

Kabupaten yang dipimpin oleh JR Saragih ini tampak tidak melakukan pembangunan merata di Kawasan Danau Toba Simalungun.

Banyak daerah KDT seperti Haranggaol, Sipolha, dan Tigaras tidak tampak pembangunan. Pemerintah Kabupaten Simalungun hanya berfokus pada Danau Toba Parapat.

Program untuk menjaga kebersihan danau vulkanik terbesar di dunia juga tidak begitu tampak. Apalagi, beberapa hari lalu truk dari Pemerintah Kabupaten Simalungun membuang sampah langsung ke Danau Toba Haranggaol.

Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Simalungun Resman Saragih tidak menjawab banyak tentang program untuk mengajak wisatawan ke seluruh Danau Toba Simalungun. Tidak hanya Danau Toba Parapat.

Resman beralasan baru seminggu menjadi pejabat di Dinas Pariwisata. Resman mengatakan harus membuka data lama untuk menjawab pertanyaan.

Baca: Remaja Masukkan Gantungan Kunci ke Hidung Karena Bosan saat Mengerjakan Tugas Sekolah

Baca: MK Terima Perbaikan Permohonan Prabowo Sandi, Tolak Eksepsi KPU dan Tim Hukum Jokowi Maruf

Baca: Satu Dekade Tak Punya Wakil, Akhirnya Erick Tohir Jadi Anggota di Komite Olimpiade Internasional

Baca: Sama-sama Untung, Ini Isi MoU Antara PT KAI dan PT Agra Citra Kharisma (ACK), Dikawal Langsung KPK

Saat disinggung tentang minimnya pengunjung wisatawan ke Danau Toba Haranggaol, Resman mengaku beberapa faktor. Ada pun faktor yakni jorok akibat keramba dan infrastruktur.

"Bicarakan ini harus buka data.  Artinya itu daerah wisata juga. Cuma karena alamnya tidak mendukung akhirnya wisatawan gak masuk. Selain itu, karena jorok karena KJA (Keramba Jaring Apung). Itulah gambarannya," ujarnya, Kamis (27/6/2019).

Baca: LIVE NOW: Live Streaming Putusan MK Sidang Perselisihan Hasil Pilpres 2019, LIVE Streaming 24 Jam

Baca: Link Live Streaming Argentina vs Venezuela dan Brazil vs Paraguay, Perempat Final Copa Amerika 2019

Baca: Atlet Taolu Sumut Kembali Raih Emas, 11 Pesanda Berlaga di Final Kejurnas Wushu 2019

Baca: KPK Sambangi Kota Medan, Masalah Mal Centre Point Jadi Bahasan Utama, Ini Hasilnya. .

Resman mengatakan selalu menyiapkan langkah-langkah untuk memajukan pariwisata. Ia mengaku minim sarana dan pra sarana di beberapa daerah di Kawasan Danau Toba.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved