Breaking News:

Panitera 'Halangi' Jaksa Denny Tuntut 12 Tahun Guru Agama yang Diduga Cabuli Siswi

Panitera PN Tarutung Samarhata Siburian tidak memberi akta banding sebagai kelengkapan berkas untuk menuntut pelaku cabul.

Penulis: Arjuna Bakkara |
Shutterstock
Foto ilustrasi 

Lebih lanjut dijelaskan Arist, ada apa di balik kasus ini dan mengapa penegak hukum tidak menahan pelaku.
 

"Padahal kita tahu sebagaimana diatur dalam ketentuan UU Perlindungan Anak, bagi pelaku kejahatan seksual yang memenuhi unsur pidana dengan ancaman pidana diatas 5 tahun, pelaku wajib ditahan," katanya beberapa waktu lalu.
 

Karena itu, Jaksa Denny menyesalkan sikap Panitera PN Tarutung Samarhata Siburian. Beberapa kali Denny mempertanyakan akta banding, namun Samarhata menolak memberikan.
 

Padahal, menurut Denny akta banding tersebut jelas diperlukan untuk mengajukan banding dan kembali menuntut pelaku 12 tahun penjara. Bagi Jaksa Denny, hukuman 10 tahun penjara belum setimpal dengan perbuatan pelaku.
 

Ditambahkan Denny, sejak sidang dua minggu lalu dia telah membuat memory banding. Tetapi, hingga Rabu 26 Juni 2019 hari ini PN tidak memberikan berkas yang dibutuhkan.
 

"Saya sudah bikin memory bandingnya, cuman bukti nomor akta dari PN tidak mau dikeluarkan oleh mereka sampai dua minggu",jelasnya.
 

Hingga saat ini Denny tidak mengetahui apa alasan Panitera tidak memberi akta tersebut. Padahal menurutnya yang dia jalankan prosesur hukum, apalagi pentingnya kasusu itu bahkan pelakunya pun PNS.
 

Samarhata Siburian dukonfirmasi Tribun mengakui memang Panitera tidak memberikan akta tersebut. Sayangnya, Samarhata tidak memberikan alasannya tidak memenuhi permintaan Jaksa Denny yang jelas sebagaimana prosedur hukum berlaku.
 

"Iya, tapi enggak taulah. Sudah kami suruh sama Panitera ngomong",cetusnya.
 

Ditanya soal dirinya yang tidak memberikan akta banding Samarhata justru menjawab enteng. "Itu hak Paniteralah. Makanya kami suruh tadi pak Rosandy (Pihak Kejari Tarutung) menghadapi kami",jawabnya enteng.
 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved