Lagi, Dinas PU Kota Medan Normalisasi Drainase di 6 Kecamatan

Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan terus menormalisasi satu persatu drainase yang ada di Kota Medan

Lagi, Dinas PU Kota Medan Normalisasi Drainase di 6 Kecamatan
TRIBUN MEDAN/HO
Dinas PU Kota Medan normalisasi 6 drainase yang ada di sejumlah kecamatan berbeda yakni Jalan AR Hakim (Kecamatan Medan Area), Jalan Madio Utomo (Medan Perjuangan), Jalan Pintu Air II dan Pintu Air IV (Medan Johor), Jalan Yos Sudarso (Medan Deli) serta Jalan Cimanuk (Medan Belawan). 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEDAN - Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan terus menormalisasi satu persatu drainase yang ada di Kota Medan, terutama yang telah tersumbat dan mengalami pendangkalan sehingga memicu terjadinya genangan air. Sebab, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi telah menginstruksikan kepada Dinas PU untuk menormalisasi seluruh drainase yang tidak berfungsi guna meminimalisir terjadinya genangan air.

Kamis (26/6), ada 6 drainase yang dinormalisasi Dinas PU di sejumlah kecamatan berbeda yakni Jalan AR Hakim (Kecamatan Medan Area), Jalan Madio Utomo (Medan Perjuangan), Jalan Pintu Air II dan Pintu Air IV (Medan Johor), Jalan Yos Sudarso (Medan Deli) serta Jalan Cimanuk (Medan Belawan).

Agar normalisasi  yang dilakukan efektif dan memberikan hasil maksimal, Kadis PU Kota Medan Isa Anshari menurunkan petugas dari Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) masing-masing kecamatan. Selain  cepat melakukan proses normalisasi, UPT juga lebih mengetahui secara teknis kondisi drainase yang ada di wilayahnya masing-masing.

‘’Kita berharap agar normalisasi yang dilakukan petugas UPT wialayah masing-masih bisa lebih efektif dalam mengatasi drainase yang tersumbat dan mengalami pendangkalan, sehingga mampu meminimalisir satu persatu titik genangan air yang ada di Kota Medan,” kata Isa.

Meski dilakukan dengan menggunakan peralatan manual seperti cangkul, sekop dan pemnggaruk namun normalisasi berjalan dengan lancar. Sebab, umumnya permukaan keenam drainase yang dinormalisasi dalam keadaan terbuka sehingga memudahkan petugas melakukan pengorekan  untuk mengangkut sampah bercampur lumpur dari dasar drainase. Hanya di Kecamatan Medan Johor pengorekan menggunakan 1 unit mobil penyedot lumpur.

Jika pun ada permukaan drainase yang ditutup, petugas masih dapat mengangkatnya bersama-sama. Selanjutnya sampah bercampur lumpur hasil pengorekan diangkut dengan menggunakan truk untuk selanjutnya dibuang ke lokasi pembuangan. “Bapak Wali Kota tidak mau ada material hasil pengorekan dibiarkan menumpuk di pinggiran drainase. Selain dapat masuk kembali dalam drainase, juga dapat menghalangi aktifitas warga,” jelasnya.

Seperti biasa usai melakukan normalisasi, Isa pun sangat mengharapkan dukungan penuh warga sekitar. Diharapkannya, masyarakat  tidak membuang sampah lagi ke dalam drainase karena lama kelamaan dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan. “Jika drainase mengalir lancar, insya Allah genangan air tidak akan terjadi,” ungkapnya.

Selanjutnya terang Isa, normalisasi drainase akan terus dilakukan di seluruh wilayah Kota Medan. Hanya saja proses pengerjaan dilakukan secara bertahap, sebagai tahap awal prioritasnya adalah drainase yang tidak berfungsi untuk menampung dan mengalirkan air karena mengalami pendangkalan dan penyumbatan.

“Sekali lagi kita mengharapkan dukungan  penuh warga. Selain tidak membuang sampah dalam drainase, kita harap warga mau gotong rotong melakukan pembersihan secara rutin. Apabila menemui kendala, segera laporkan, kita siap turunkan petugas maupun peralatan berat untuk membantunya. Dengan kebersamaan ini, insya Allah kita dapat meminimalisir genangan air,” paparnya. (H/KU)

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved