OJK Soroti Laporan Keuangan Garuda Indonesia, Pelanggaran Seret Direksi, Komisaris, dan KAP

Laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) pada tahun buku 2018 kini menjadi sorotan. OJK) menemukan pelanggaran dalam laporan keuangan

OJK Soroti Laporan Keuangan Garuda Indonesia, Pelanggaran Seret Direksi, Komisaris, dan KAP
dok
Pesawat Garuda yang melayani rute Denpasar-Melbourne Australia 

TRIBUN MEDAN - Laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) pada tahun buku 2018 kini menjadi sorotan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan pelanggaran dalam laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) pada tahun buku 2018.

Pelanggaran ini menyeret Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia, akuntan publik serta Kantor Akuntan Publik (KAP).

Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi menjelaskan, pelanggaran yang ditemukan regulator ada beberapa hal.

Baca: Penumpang Protes Dibebankan Denda Pembatalan Pesanan, Bagaimana Kalau Driver yang Curang?

Baca: Ini Pendapat 2 Pakar Hukum Tata Negara soal Sengketa Pilpres 2019 Dibawa ke Peradilan Internasional

Baca: Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kota Medan Melonjak, BPPRD Sebut Menyesuaikan NJOP 

Pertama, dalam laporan keuangan tersebut, menyebutkan bahwa Garuda Indonesia mencatatkan nilai kerjasama dengan PT Mahata Aero Teknologi (Mahata) senilai US$ 239 juta atau setara Rp 3,5 triliun.

Dana tersebut masih bersifat piutang tapi sudah diakui oleh manajemen Garuda Indonesia sebagai pendapatan.

Alhasil, pada 2018, maskapai BUMN itu meraih laba bersih US$ 5 juta.

“Perusahaan seharusnya mencatatkan kerugian sebesar US$ 213 juta di tahun 2017 berubah menjadi laba US$ 5 juta pada tahun 2018,” kata Fakri di Jakarta, Jumat (28/6).

Pelanggaran kedua, kata Fakhri, laporan tahunan maskapai penerbangan ini tidak menjelaskan alasan kenapa dua Komisioner Garuda, yaitu Chairal Tanjung dan Doni Oskaria menolak menandatangani laporan keuangan tersebut.

Sehingga, hal ini dianggap telah melanggar aturan OJK.

Baca: Pascaputusan MK, Sekjen PAN: Kami Mohon Seluruh Rakyat Indonesia Dukung Jokowi-Ma’ruf

Baca: Hina Babu dalam Status Facebook, Amelia Fitriani Pegawai Inspektorat Dimutasi Jadi Staf Lurah

“Tidak ditandatangani ini laporan keuangan ini, tapi justru tidak dimuat dalam penjelasan laporan tahunan dan tidak dijelaskan pelaksanaannya. Sehingga itu melanggar peraturan OJK,” pungkasnya.

Atas hal itu, Garuda Indonesia telah melanggar pasal 69 UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UU PM), Peraturan Bapepam dan LK Nomor VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik, Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 8 tentang Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Sewa, dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 30 tentang Sewa.(*)

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul OJK temukan pelanggaran dalam laporan keuangan Garuda Indonesia

Editor: Juang Naibaho
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved