Polres Tanah Karo-TNI Gelar Patroli Gabungan Pasca Pengumuman Putusan MK

"Mungkin selama ini ada yang merasa was-was menganggapi sebelum dan sesudah putusan MK," kata Kompol Hasian.

Polres Tanah Karo-TNI Gelar Patroli Gabungan Pasca Pengumuman Putusan MK
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Polres Tanah Karo bersama unsur TNI, melakukan patroli skala besar untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat setelah putusan MK, Jumat (28/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Menanggapi hasil putusan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang diumumkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) malam tadi, Polres Tanah Karo, bersama unsur TNI menggelar patroli gabungan.

Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di masyarakat, agar tidak timbul riuh-riuh oleh pihak tertentu.

Personel yang bergerak terdiri dari Satuan Sabhara, Satuan Lalulintas, dan personel dari Batalyon 125/Simbisa. Dari tim gabungan ini, sebagian personel ada yang menaiki kendaraan roda empat hingga truk, dan ada juga tim yang menggunakan kendaraan roda dua.

Wakapolres Tanah Karo Kompol Hasian Panggabean mengatakan, pada patroli ini pihaknya mengerahkan sekitar 50 personel.

Dirinya menyebutkan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin memberikan kepastian kepada masyarakat jika suasana di Kabupaten Karo tetap terjaga kondusifitasnya.

"Mungkin selama ini ada yang merasa was-was menganggapi sebelum dan sesudah putusan MK, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitasnya jika melihat sinergitas antara TNI dan Polri," ujar Hasian, Jumat (28/6/2019).

Hasian mengatakan, pada patroli skala besar ini pihaknya berfokus ke Kecamatan Kabanjahe dan Berastagi. Dirinya menyebutkan, adapun titik-titik yang menjadi fokus patroli adalah instansi pemerintahan seperti kantor bupati dan lainnya. Kemudian dua kantor penyelenggara pemilu, yaitu KPU dan Bawaslu.

"Kami juga menyasar tempat-tempat keramaian lainnya," ucapnya.

Saat ditanya mengenai semakin diperketatnya pengamanan di titik rawan seperti KPU dan Bawaslu, dirinya mengaku hingga saat ini belum ada mengerahkan tambahan personelnya. Namun, sejak sebelum pemungutan suara hingga sekarang, pihaknya masih terus menyiagakan personel untuk rutin melakukan penjagaan.

"Kalau diperketat tidak seperti itu. Ini merupakan rutinitas dari Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan, untuk di Kabupaten Karo tidak ada titik-titik yang dianggap rawan. Karena hingga saat ini di wilayah hukum Polres Tanah Karo, keadaan politiknya masih terbilang cukup aman.

"Kalau yang rawan tidak ada, tapi kami terus memberikan rasa kesejukan kepada masyarakat," pungkasnya. (cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved