Kuaci Chacha Kini Hadir Dalam 3 Varian Rasa, Produk No.1 dari China yang Dijual Sampai Eropa

Kini, produk kuaci, Chacha hadir dalam tiga varian rasa yakni rasa asli, asin, dan karamel.

Kuaci Chacha Kini Hadir Dalam 3 Varian Rasa, Produk No.1 dari China yang Dijual Sampai Eropa
Tribun Medan/Natalin Sinaga
PT Artha Sumatera Abadi mengelar acara Gathering Lauching Produk Kuaci, Chacha di Hotel Grand Mercure, Medan, Jumat (29/6/2019). Kini, Produk Kuaci, Chacha hadir dalam tiga varian rasa yakni rasa asli, asin dan karamel. 

TRIBUN-MEDAN.com-Produk kuaci, Chacha hadir dalam tiga varian rasa yakni rasa asli, asin, dan karamel.

"Kini, Chacha punya rasa original (asli), rasa karamel dan rasa asin dengan desain yang bagus dan baru. Kita ingin mengenalkan kepada relasi kita yang selama ini mendukung kita dan menjual kuaci Chacha tersebut," ucap Sales Manager PT Artha Sumatera Abadi, produsen Chacha, pada acara peluncuran produk di Hotel Grand Mercure, Medan, Jumat (29/6/2019).

Acara ini dihadiri para relasi PT Artha Sumatera Abadi diantaranya grosir, top outlet, dan sub-distributor yang berasal dari luar kota Medan. Kegiatan ini dimeriahkan dengan makan malam bersama, dan diiringi hiburan berupa nyanyian serta tarian.

"Acara malam ini, kita ada dinner, nyanyi, dan kita menawarkan diskon tertentu untuk malam ini," ucapnya.

Dengan peluncuran produk baru Chacha ini diharapkan para relasi dapat semakin mengenal produk ini.

"Kami meluncurkan suatu produk baru, Chacha ini. Kami mau sampaikan kepada relasi bahwa kami adalah perusahaan besar, inovatif dan memproduksi produk yang berkualitas, sehingga para relasi kita ini semakin bersemangat," ucapnya.

Menurut Herman, Chacha sudah hadir di Indonesia sejak 15 tahun yang lalu. Saat ini, pihaknya mulai membesarkan produk Chacha ini sejak 2016 di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh.

"Produk kuaci yang kami jual ini bukan produk abal-abal, tapi produk yang berkualitas. Brand kami ini, Chacha merupakan brand nomor satu di China. Pabrik Chacha ini punya produksi yang bagus dan menjaga mutu. Chacha tak hanya di jual di China, tapi di seluruh dunia bahkan di Eropa, di Amerika, Timur Tengah, Australia juga ada. Penjualan Chaca di Sumut juga lumayan bagus," jelasnya.

Ia mengatakan Chaca merupakan cemilan kuaci pilihan, yang isinya besar dengan harga yang cukup terjangkau. Kuaci ini diproduksi dengan teknologi yang canggih.

"Harga Chacha juga cukup terjangkau, dari eceran yang paling murah itu Rp1000 dengan isi 12 gram. Jadi kita dengan uang Rp 1000 bisa menikmati kuaci yang berkualitas dan untuk yang eceran dalam kemasan besar ada yang ada harga Rp13 ribu dan Rp20 ribu juga ada," kata Herman.

Produk Chacha terbaru ini sudah bisa dibeli di minimarket, Supermarket bahkan di warung-warung.

"Kita bisa beli kuaci Chacha ini di Indomaret, Alfamart, Supermarket Brastagi bahkan di warung-warung juga sudah didistribusikan," tambahnya.

Dengan tetap menjaga mutu, hubungan baik dengan relasi, dan harga produk yang terjangkau, Herman percaya bisnis cemilan ini akan tetap eksis dan bertahan.

"Sumut dan Aceh ini memiliki wilayah yang besar jadi masih banyak peluang di kabupaten-kabupaten yang masih belum terjangkau. Jadi harapan kami semakin luas wilayah pemasaran kami dan bisa meningkat penjualan kita. Kalau beli kuaci, pilih kuaci yang berkualitas, dan kuaci kita yang paling berkualitas. Kuaci besar, pasti Chacha," ujar Herman. (nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved