Perkenalkan, Ini Dia Komunitas Filsafat Kota Medan

Komunitas filsafat yang dibentuk oleh sekumpulan anak muda ini dapat dikatakan sebagai komunitas teraktif yang mengadakan diskusi terbuka.

Perkenalkan, Ini Dia Komunitas Filsafat Kota Medan
TRIBUN MEDAN/HO
DISKUSI - Komunitas Mikir (Komik) sebagai komunitas filsafat, rutin mengadakan diskusi, bedan film, buku, dan aktif membagikan tulisan tentang perkembangan sosial politik di Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Ada begitu banyak komunitas di kota Medan, mulai dari pecinta hewan, skateboard, lukis, dan lainnya. Bergabung dengan komunitas tentu saja memiliki banyak manfaat, selain menambah pengetahuan juga memperbanyak relasi dan pengalaman.

Dari begitu banyaknya komunitas di Medan, sangatlah jarang ditemui komunitas yang berpacu pada ide dan gagasan.

Adalah Komik singkatan dari Komunitas Mikir, komunitas filsafat yang dibentuk oleh sekumpulan anak muda ini dapat dikatakan sebagai komunitas teraktif yang mengadakan diskusi terbuka bertema Filsafat di kota Medan.

Salah satu Founder Komik, Ari Azhari mengatakan Komik sudah ada sejak 16 Januari 2018. Bagi Ari belajar filsafat itu bisa dengan cara apapun sehingga tak jarang Komik memberikan warna baru dalam belajar filsafat.

“Awalnya karena keprihatinan di kampus, terutama FISIP, ada ruang untuk bebas-sebebasnya membicarakan dan memperdebatkan sesuatu, tapi tidak ada yang mau memanfaatkannya. Komik, mengambil ruang itu dengan mengintrodusir tema-tema Filsafat. Kita kekeringan diskusi, tidak leganya ruang kita berpendapat, sulit melempar ide di kampus, sehingga coba dikanalisasi Komik dengan bebas dan mendiskusikan apapun. Beberapa orang yang memprakarasainya adalah teman-teman yang diam-diam merasakan keprihatinan tersebut,” ujar Ari, Minggu (30/6/19).

Ari juga mengatakan bahwa Komik berasal dari berbagai kalangan mulai mahasiswa Hukum, Ilmu Budaya USU, Hukum UMSU, mahasiswi S2 Antropologi Unimed, Barista, sampai Anak SMA.

Komik diketahui baru saja merekrut anggota baru dan Ari mengaku kaget ternyata banyak yang sangat antusias berdiskusi, sekain itu beberapa anggota baru banyak yang pintar juga cerdas namun beberapa lainnya memang murni belajar dari nol.

“Kami ingin mengisi ruang ini dan memastikan orang-orang yg belajar di dalamnya membawa pulang banyak bekal pengetahuan, yang juga bisa disumbangkan ke dalam kelas-kelas reguler mereka. Atau jika peserta bukan seorang Mahasiswa, di sini bisa memperdebatkan konsep dan teori yang selama ini tidak pernah dibantah atau dikritik,” ujarnya.

Komik bukan sekumpulan manusia yang hanya mengabiskan waktunya untuk berpikir, namun Komik merupakan komunitas filsafat yang aktif melaksanakan hal-hal kreatif dan tentu saja memberika dampak positif bagi para anggotanya.

“Sejauh ini ada beberapa agenda yang sudah dikerjakan Komik, meskipun diskusi filsafat adalah kegiatan reguler tiap minggunya. Selain itu, ada nonton bareng, diskusi dengan Dosen, buka lapak baca gratis, belajar menulis, diskusi Bahasa Inggis, dan lainnya,” ungkap Ari.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved