Ratusan Guru Dipaksa Kuliah di Kampus Efarina, Ombudsman Nilai JR Saragih Sewenang-wenang

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simalungun Gideon Purba mengakui tentang lanjutan kuliah bagi guru yang belum memiliki sarjana S1.

Ratusan Guru Dipaksa Kuliah di Kampus Efarina, Ombudsman Nilai JR Saragih Sewenang-wenang
(Tribun-Medan)
Kolase Foto Abyadi dan JR Saragih 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN- Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar menilai ada tindakan kesewenangan jabatan yang dilakukan Bupati Simalungun, JR Saragih.

Ia menilai ada dugaan unsur politik mengharuskan guru melanjutkan S1 di Universitas Efarina.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simalungun Gideon Purba mengakui tentang lanjutan kuliah bagi guru yang belum memiliki sarjana S1.

Gideon mengatakan SK itu dalam rangka tugas belajar. Sehingga, katanya, tugas belajar harus menaati peraturan.

Gideon mengatakan para guru dapat melanjutkan kuliah di Zonasi Siantar-Simalungun.

"Kalau tugas belajar harus ada faktor jarak. Siantar simalungun. Karena zonasinya maksimum 40 kilometer tempat dia bekerja,"katanya.

Baca: JR Saragih Paksa Ratusan Guru Kuliah di Kampus Miliknya hingga Ada yang Memilih Pensiun

Baca: Ponselnya Dijambret di Kisaran, Pria Ini Kejar dan Tendang Penjambret Sampai Jatuh

Baca: Penjual Es Dawet jadi Kurir Sabu 200 Gram Disidang, Berdalih Terdesak Ekonomi

Saat disinggung tentang guru yang sudah meraih gelar S1 di luar Kabupaten Simalungun, Gideon menilai itu hanya izin belajar bukan tugas belajar.

"Ada izin belajar ada tugas belajar. Mungkin waktu itu dia izin belajar. Kalau izin belajar itu terserah. Tapi kalau tugas belajar itu baru harus mengikuti peraturan,"katanya.

Terpisah Pengamat Pemerintahan dan Politik dari Universitas Sumatera Utara Agus Suriadi menilai kebijakan Bupati Simalungun JR Saragih kurang tepat.

Dosen Ilmu Sosial USU ini mengatakan tugas belajar yang dikeluarkan tidak di universitas Efarina yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun.

Halaman
123
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved