Arif Rifai Manfaatkan Limbah Teh jadi Lukisan Mahal

Namun lazimnya sesudah meminum teh, kebanyakan orang akan membuang ampas teh begitu saja.

Arif Rifai Manfaatkan Limbah Teh jadi Lukisan Mahal
TRIBUN MEDAN/HO
Arif Rifai memegang lukisan buatannya. Dengan kreatifitas yang dimilikinya, Arif memanfaatkan ampas teh ini untuk membuat aneka produk kerajinan tangan dengan nama Seken Art sejak April 2015. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sejak dulu, teh selalu menjadi minuman yang diminati orang banyak. Namun lazimnya sesudah meminum teh, kebanyakan orang akan membuang ampas teh begitu saja.

Berbeda dengan Arif Rifai, dengan kreatifitas yang dimilikinya, Arif memanfaatkan ampas teh ini untuk membuat aneka produk kerajinan tangan dengan nama Seken Art sejak April 2015.

"Dulu karena dirumah banyak ampas teh yang kami sekeluarga minum sehari-hari, jadi saya rasa sayang kalau enggak dimanfaatkan dan enggak didaur ulang," ujar Arif, Selasa (2/7/2019)

Arif mempelajari seni ini secara otodidak. Ia memanfaatkan internet sebagai ladang ilmunya. Berbekal uang jajan yang ditabung, Arif mulai menjalankan bisnis ini.

"Modal awal saya dulu dari mengumpulkan uang jajan saat kuliah. Untung dari hasil penjualannya disimpan untuk tambahan modal selanjutnya," ujarnya.

Selain teh, Arif menggunakan bahan-bahan alam dan limbah untuk jadi produk kreatif yang mempunyai nilai jual tinggi seperti bubuk kopi, biji kopi, batu alam, kayu limbah, dan lainnya.

"Saya melukis polanya lalu saya tabur ampas bubuk teh di atas lem. Jadi ada bubuk teh yang belum dipakai, ada juga bubuk teh yang sudah dipakai jadi warna lukisannya pun bisa berbeda," katanya.

Produknya dihasilkannya pun tak hanya lukisan, melainkan jam dinding, asbak, celengan, tempat pulpen, vas bunga, bingkai foto, dan kotak tissue.

Harga produk Arif mulai dari Rp 25 ribu sampai jutaan rupiah. Dalam satu bulan, ia bisa mengumpulkan omzet sekitar Rp 5 juta hingga Rp 7 juta.

Hingga saat ini produk-produk buatan Arif masih dijual secara online dari instagram @sekenartofficial dan facebook Seken Art.

"Namun sebentar lagi saya mau buat galery bersama kawan-kawan craft di Sumatera Utara. Lokasinya di dekat Sibolang Durian," jelasnya.

Ia mengatakan tak perlu takut saat akan memulai untuk usaha kreatif. Menurutnya yang terpenting adalah konsisten dan terus berinovasi menghasilkan produk-produk baru.

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved