Guru Mengantre Daftar di Universitas Efarina, Pengamat: Tak Mungkin Selesai 5 Bulan

Rizal Hasibuan, pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Medan menilai tidak mungkin bisa tercapai gelar sarjana Strata 1 selama lima bulan.

Guru Mengantre Daftar di Universitas Efarina, Pengamat: Tak Mungkin Selesai 5 Bulan
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Para guru sedang mendaftar untuk mengikuti kelas karyawan di Kampus Universitas Efarina, Jalan Sudirman, Selasa (2/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Bupati JR Saragih telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian jabatan fungsional serta tunjangan bagi 992 guru sebelum meraih gelar Sarjana S1.

Surat Keputusan yang ditandatangani Bupati JR pada 26 Juni 2019 antara lain menjelaskan bahwa jabatan fungsional akan diaktifkan jika proses pencatuman gelar dilakukan selambat-lambatnya November 2019.

Diketahui, sebanyak 992 guru yang diberhentikan hanya memiliki gelar DII dan SPG (Sekolah Pendidikan Guru). Para guru pun dianjurkan mengikuti tugas belajar ke jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Efarina.

Universitas Efarina yang berada di Jalan Sudirman, Selasa (2/7/2019) pun didatangi oleh para PNS yang ingin mendaftar.

Mereka tertawa saat ditanya alasan melanjutkan kuliah lagi. 

"Ya, mau kuliah. Ya, saya guru," katanya seraya tertawa.

Rizal Hasibuan, pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Medan menilai tidak mungkin bisa tercapai gelar sarjana Strata 1 selama lima bulan seperti yang dijanjikan Universitas Efarina.

Ia menjelaskan untuk tamatan DII membutuhkan waktu selama 2 tahun atau paling cepat 1,5 tahun. Sementara dari tamatan SPG membutuhkan waktu selama empat tahun untuk mendapat gelar strata satu.

"Tidak mungkin bisa diselesaikan dalam waktu lima bulan. Mereka menghabiskan 140 SKS. Kalau D2 40 SKS jadi mereka membutuhkan 1,5 tahun," ujar Rizal Hasibuan.

Pengurus Konsultasi Pendidikan Lembaga Riset Publik Indonesia (Larispa) ini mengatakan langkah bagus untuk menjadikan seluruh guru telah memiliki gelar S1. Namun, ia menganjurkan agar pemerintah daerah cukup memberikan tugas belajar bagi guru yang berusia di bawah 50 tahun.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved