Aneka Tas Etnik Sabina Colection Dipasarkan hingga ke Negeri Kangguru

Sri juga konsentrasi dengan motif dan menggunakan bahan ulos, kain goni dan kain batik. Sehingga tidak heran, produknya ini disukai oleh turis lokal.

Aneka Tas Etnik Sabina Colection Dipasarkan hingga ke Negeri Kangguru
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Pemilik Sabina Colection, Sri Dwiyana menunjukan beberapa produk buatannya. Untuk harga produk tas yang paling murah mulai Rp 10 ribu dan yang paling mahal Rp 2,5 juta. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Jika selama ini banyak orang takut merintis usaha karena mengaku tak punya modal, maka lain halnya Sri Dwiyana, pemilik Sabina Colection, yang nekat memulai usaha dengan modal Rp 165 ribu saja.

Sri mengatakan ia merintis usahanya ini hanya Rp 165 ribu saja. Saat itu, ia masih memproduksi tas dengan bahan katun. Seiring waktu usahanya berkembang dan memproduksi berbagai jenis tas juga suvenir mulai dompet koin, kotak pensil, tote bag, Sling bag, ransel dan juga pouch.

Saat ini, Sri juga konsentrasi dengan motif dan menggunakan bahan ulos, kain goni dan kain batik. Sehingga tidak heran, produknya ini disukai oleh turis lokal juga mancanegara.

Diakuinya, usaha pembuatan tas etnik dan tas untuk suvenir ini sudah ada sejak lima tahun lalu. Jadi dulu, saat ia ditinggal suami untuk pergi kerja, Sri merasa tidak ada kesibukan sehingga iseng-iseng ia menonton tutorial pembuatan tas di YouTube dan di salah satu stasiun TV. Kemudian langsung diaplikasikannya dan ternyata ia bisa dan terus mencobanya hingga hasilnya sempurna.

"Saya tidak ada belajar khusus menjahit apalagi membuat tas. Saya hanya menonton di YouTube dan TV. Awalnya pun saya tidak menggunakan mesin jahit melainkan menggunakan jarum tangan," ujar Sri.

Dikatakannya, setelah ia mulai produksi banyak kemudian ia membeli mesin jahit portabel. Namun, ditengah perjalanan ia kebingungan untuk memasarkan produknya yang sudah menumpuk di ruang tengah rumahnya.

"Ternyata saya dapat kabar ada teman yang anaknya mau ulang tahun, lalu saya tawarin ternyata dia mau , dan saat teman saya itu bagiin ke teman teman anaknya saya selipin kartu nama. Lalu dari situlah saya dikenal sampai kalangan pemerintahan," kata Sri.

Dan paling beruntung lagi, ia bertemu dengan temannya yang sudah lebih dulu membangun usaha rumahan dan sudah sukses menjadi mitra pemerintahan. Ia kemudian diajak dan diajari untuk mengembangkan usahanya hingga saat ini ia bisa menjadi UKM yang memiliki izin dan juga terdaftar di instansi terkait.

Usaha produksi aneka tas etnik ini sudah dipasarkan sampai ke
Negeri Kangguru, Australia. Produk yang dihasilkan Sri juga, ia jual kepada teman-temannya, selain itu produk-produk cantik ini juga dipasarkan ke olshop-olshop (online shopping).

"Produk saya ini akhirnya juga saya pasarkan ke online bahkan pemesanan sudah sampai ke Australia (tas ulos), Kalimantan, dan saya juga dibantu para reseller, dan saat ini sudah punya dua reseler tetap," jelasnya.

Untuk harga produk yang paling murah mulai Rp 10 ribu dan yang paling mahal Rp 2,5 juta (tas berbahan kulit combine tenun).
Ia berharap produknya ini banyak dikenal masyarakat. "Kalau ingat tas etnik ya ingat Sabina collection," katanya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved