Hamili 2 Wanita Sekaligus hingga Melahirkan, Oknum Polisi Briptu FM Disidang Etik, Terancam Dipecat

“Jadi, setelah menghamili kedua wanita itu, dia (FM) hanya menikahi keduanya secara agama, tanpa ikatan dinas. Dia juga sempat menelantarkan mereka.''

Hamili 2 Wanita Sekaligus hingga Melahirkan, Oknum Polisi Briptu FM Disidang Etik, Terancam Dipecat
Dok Humas Polres Pulau Buru
Hamili 2 Wanita Sekaligus hingga Melahirkan, Oknum Polisi Briptu FM Disidang Etik, Terancam Dipecat. Briptu FM dihadirkan dalam sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEPP) di ruang rapat utama Polres Pulau Buru, Maluku, Senin (2/7/2019). 

Hamili 2 Wanita Sekaligus hingga Melahirkan, Oknum Polisi Briptu FM Disidang Etik, Terancam Dipecat

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang oknum anggota Polres Pulau Buru, Maluku, Briptu FM dihadirkan dalam sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEPP) lantaran menghamili dua wanita sekaligus.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan ini dipimpin oleh Wakil Kepala Polres Pulau Buru, Kompol Bachri Hehanussa.

Sementara, bertindak selaku penuntut, yakni Bripka Amri Iskandar Lamani, Brigpol Mario Tomasoa dan Brigpol Abdullah Wattimury.

Sidang yang berlangsung di ruang Rupatama Polres Pulau Buru, pada Selasa (2/7/2019) itu turut dihadiri kedua wanita yang dihamili Bripka FM yakni WOF dan RRW.

Informasi yang dihimpun Briptu FM terancam diberhentikan tidak hormat sesuai PP RI No1 tahun 2003, Pasal 14 Ayat 1B, yang berbunyi: Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia apabila: B; melakukan perbuatan dan berperilaku yang dapat merugikan dinas Kepolisian;

Penuntut menyebutkan, perbuatan tersebut telah memenuhi bukti permulaan di antaranya keterangan saksi korban WOF yang pada menerangkan mempunyai hubungan cinta atau pacaran dengan Briptu FM sejak April 2017.

Dari hubungan cinta tersebut berlanjut sampai terduga dan WOF melakukan hubungan layaknya suami istri tanpa ada ikatan perkawinan yang sah sehingga WOF mengalami kehamilan.

Saksi korban RWW menjalin hubungan cinta karena dari awal terduga menyampaikan bahwa bukan hanya mencari pacar namun mencari perempuan untuk dijadikan istri.

Dari hubungan cinta berlanjut sampai dengan terduga pelanggar dan RWW melakukan hubungan layaknya suami istri tanpa ada ikatan perkawinan yang sah hingga mengalami kehamilan

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved