News Video: Calon Wali Murid Mengeluh Banyak Kutipan pada Hari Pertama PPDB

Formulir pendaftaran di dapat di ruang koperasi sekolah yang bersampingan langsung bangunannya dengan lokasi penyeleksian berkas siswa.

News Video: Calon Wali Murid Mengeluh Banyak Kutipan pada Hari Pertama PPDB
Tribun Medan /Indra Kurniawan
SMP Negeri 1 Beringin 

TRIBUN-MEDAN.com- Hari pertama pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri di Kabupaten Deliserdang ditemui dugaan pungutan liar (pungli) Rabu, (3/7/2019). Salah satu sekolah yang diduga melakukan pungli itu adalah SMP Negeri 1 Beringin.

Di sekolah yang bersampingan langsung dengan Polsek Beringin ini orangtua murid harus mengeluarkan uang Rp 5 ribu untuk membeli formulir pendaftaran.

Pantauan Tribun, formulir pendaftaran di dapat di ruang koperasi sekolah yang bersampingan langsung bangunannya dengan lokasi penyeleksian berkas siswa. Tampak kalau formulir disatukan atau dihekter dengan map berwarna merah. Untuk satu map yang ada formulirnya ini dijual dengan harga Rp 5 ribu perlembar.

"Iya Rp 5 ribu harganya. Ya harus bayar lah, namanya ada mapnya,"ucap seorang wanita yang menjaga koperasi sekolah.

Terlihat kalau di formulir yang ada di map tercantum stempel sekolah. Beberapa orangtua siswa yang kebetulan sudah membawa map dari rumah terlihat terpaksa kembali membeli map lantaran di map yang mereka bawa tidak ada tertera formulir pendaftaran.

"Ntah jual map, ntah jual formulir ini namanya. Dibilang jual map harganya mahal kali, dibilang jual formulir apa memang ia harus bayar?. Yang jelas kaya lah mereka ini karena Rp 5 ribu kali berapa ratus orang siswa.

Selain persoalan formulir yang melekat pada map ini, beberapa orangtua murid juga mengaku ada yang kecewa karena ada biaya tambahan lain lagi. Karena merasa kurang paham untuk mendaftarkan secara online mereka pun kemudian memakai jasa pihak sekolah yang sebenarnya tidak ada patokan harganya.

"Untuk mengonlinekan harus bayar lagi kita. Kalau dikasih Rp 5 ribu enggak mau katanya, harus sama seperti yang di luar Rp 20 ribu, kalau 10 ribu dikasih pun masih merengut,"kata Ridwan Siahaan salah satu orang tua siswa.

Informasi yang dikumpulkan beberapa orang tua siswa sudah datang ke sekolah ini sejak pukul 06.30 WIB. Meski sudah datang dari awal namun tidak semuanya yang mendapat antrian lebih awal. Satu diantaranya adalah Rasum yang datang bersama anak dan istrinya.

"Tadi sebenarnya aku (sekeluarga) datang masih ada dua orang sebenarnya di sekolah ini karena 06.30 datangnya. Tapi dapat antrian 59 karena syarat yang sudah disiapkan banyak yang kurang. Kenapa bisa kurang karena persyaratan yang ditulis di pengumuman beda dengan syarat di formulir,"kata Rasum.

Kepala SMP Negeri 1 Beringin, Pitoyo yang dikonfirmasi menyebut bahwa pada tahun ini mereka menyediakan kuota kursi sebanyak 192. Disebut ada enam ruangan yang menampung siswa didik baru ini.

"Satu kelas ada 32 orang nantinya. Tahun ini sedikit memang karena tahun sebelumnya kami menampung untuk 7 kelas bahkan pada tahun 2017 untuk siswa baru sempat menerima 10 kelas," kata Pitoyo.

Mengenai dugaan pungli untuk biaya formulir, Pitoyo pun mengaku tidak tahu menahu. Meski dalam kepanitiaan penerimaan siswa baru ini ia adalah penanggungjawab namun katanya itu bagian dari kebijakan koperasi. Walaupun ada stempel sekolah pada formulir pendaftaran yang melekat di map ia tidak tahu menahu. " Dari saya enggak ada perintah kutip uang apapun. Itu koperasi yang jual map,"kata Pitoyo.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved