Tribun Wiki

Bus Antar Lintas Sumatera ALS, Raja Jalan Lintas Sumatera

Dengan armada sekitar 400 unit bus, ALS merupakan "penguasa" jalanan di jalur lintas Sumatra.

Bus Antar Lintas Sumatera ALS, Raja Jalan Lintas Sumatera
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Salah satu bus ALS di pool mereka di Jalan Sisingamangaraja, Kamis (4/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com-Warga Sumatra Utara sudah tak asing lagi dengan nama bus Antar Lintas Sumatera (ALS). Bus ALS ini merupakan angkutan umum yang permata di Sumut melayani trayek ke Pulau Jawa.

Bus ALS yang berdiri 29 September 1966 dikelola oleh PT Antar Lintas Sumatera yang terletak di Jalan SM Raja Kota Medan.

Awal mula berdiri perusahaan tersebut, PT ALS berkantor di Jalan MH Thamrin dan waktu itu dipimpin oleh Sati Lubis.

Masa itu kendaraan yang dipakai ALS adalah Chevrolet dan GMC. Namun, pada tahun 1976 PT ALS mulai mengganti Bus baru menjadi Mercedez Band dan bus lama tidak dipergunakan lagi.

Pada tahun 1982 kantor PT ALS pun berpindah ke Jalanan Amaliun. Kemudian pada tahun 1993 berpindah lagi ke ke Jalan SM Raja Amplas. Kini PT ALS dipimpin oleh Chandra Lubis.

Sebagai perusahaan jasa angkutan, PT ALS saat ini mengoperasikan 295 armada bus yang siap melayani tujuan Pada tahun 2011 Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Solo memberikan piagam penghargaan bidang angkutan jalan kepada PT ALS.

ALS dinyatakan sebagai Perusahaan Jasa Angkutan Darat yang mempunyai jaringan perwakilan dan keagenan terbanyak serta suatu perusahaan ternama di Indonesia.

Trayek awal ALS pada masa tahun 1966, ALS hanya melayani trayek Medan-Kotanopan lalu kemudian menyusul trayek Medan-Bukit Tinggi.

Pada tahun 1972, ALS membuka trayek ke berbagai kota di Sumatra, seperti ke Banda Aceh, Padang, Pekan Baru, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung.

Pada tahun 1970-an, di mana mobil belum bisa menyeberang ke Pulau Jawa karena belum tersedianya kapal feri ro-ro, ALS sudah membuka trayek ke berbagai tujuan di pulau Jawa. Namun, dengan memakai jasa agen yang mengurus pemberangkatan penumpang dari Pelabuhan Merak dengan kendaraan lain.

Pada tahun 1980-an, ketika mobil sudah bisa menyeberang ke Jawa dengan naik kapal feri ro-ro, ALS membuka trayek langsung ke Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Kemudian menyusul trayek ke kota Malang dan Jember. Namun ALS belum membuka trayek hingga ke Pulau Bali.

Untuk terkait tarif naik Bus ALS, para penumpang bisa melihat harga tiketnya melalui via online. Seperti aplikasi Traveloka dan juga bisa melihat jadwal keberangkatan bus.

Tak hanya mengangkat penumpang saja, tetapi Bus ALS juga melayani pengiriman barang atau paket ke seluruh trayek ALS.

Dengan armada sekitar 400 unit bus, ALS merupakan "penguasa" jalanan di jalur lintas Sumatra bersama PMTOH dari Aceh, PO ANS dan PO NPM dari Sumatra Barat, serta PO Gumarang Jaya dari Lampung. (cr22/tribun-medan.com)

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved