Harga Bawang Prei Lebih Mahal dari Harga Daging Ayam, Sebulan Pasca-Lebaran Harga Tak Kunjung Normal

Lebih dari satu bulan terakhir dipasarkan harga bawang prei di atas Rp 30.000 per Kg.

Harga Bawang Prei Lebih Mahal dari Harga Daging Ayam, Sebulan Pasca-Lebaran Harga Tak Kunjung Normal
Tribun Medan/Natalin Sinaga
Pedagang sayuran di Pasar Tradisional Petisah Medan, A Sipayung menjual beragam sayuran. Harga daging ayam kalah sama harga bawang prei. Per kilonya harga ayam Rp 35 ribu, bawang prei sampai Rp 40 ribu. 

TRIBUN-MEDAN.com-Bukan sekadar pelengkap atau penghias, bawang prei juga membuat hidangan tambah sedap dan nikmat.

Setelah Lebaran, harga bawang prei masih bertahan mahal. Lebih dari satu bulan terakhir dipasarkan harga bawang prei di atas Rp 30.000 per Kg.

Pedagang sayuran di Pasar Tradisional Petisah Medan, A Sipayung mengatakan harga bawang prei tersebut masih mengalami kenaikan harga. Bahkan sebelumnya, harga daun bawang sempat menyentuh angka Rp 40 ribu per kg.

Diakuinya, sejak bulan puasa, harga daun bawang senilai Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu. Sementara harga normal biasanya dikisaran Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kg.

"Bawang prei hari ini naik lagi di harga Rp38.000, semalam masih Rp 30.000 per kg," ucap
A Sipayung, Kamis (4/7/2019).

Dikatakannya, melambungnya harga bawang prei ini disebabkan pasokan yang terbatas. "Kosong barang di gunung, selain itu disana juga rebutan," ujarnya.

Sementara itu, pedagang sayuran lainnya, Henina yang juga memasarkan bawang prei ini diharga Rp 30.000 per kg.

"Bawang prei masih mahal," ujarnya. Diakui Henina, ia tidak mengetahui secara pasti penyebab melambungnya harga bawang prei tersebut.

Dalam kesempatan yang berbeda, Soleh, pemilik usaha Martabak Soleh, merasa resah dengan naiknya harga bawang prei ini. Ia mengaku keuntungan bisnis martabaknya kian menipis.

"Makanya saya pun heran. Habis lebaran ini harga bawang prei masih naik. Biasanya, pas lebaran pertama, kedua, ketiga naik harga tinggi biasa, tapi sampai sekarang makin jadi harga bawang prei. Apalagi martabak itu yang paling perlu itu bawang prei sebetulnya. Untung kami makin tipis karena harga melonjak semua, cabai tinggi, bawang bombai tinggi, bawang prei apalagi," kata Soleh.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved