Harga Emas Turun Rp 3 Ribu, Pengamat Prediksi Harga Emas Tinggi Hingga Akhir Tahun

Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini turun dari rekor tertinggi sepanjang masa kemarin.

Harga Emas Turun Rp 3 Ribu, Pengamat Prediksi Harga Emas Tinggi Hingga Akhir Tahun
Tribunnews.com / Heruddin
Emas Antam 

TRIBUN-MEDAN.com-Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini turun dari rekor tertinggi sepanjang masa kemarin. 

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) hari ini, Kamis (4/7/2019) turun Rp 3 ribu menjadi Rp 726.000 per gram, dari Rp 729.000 per gram kemarin, Rabu (3/7/2019).

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM Antam Medan, hari ini (4/7/19), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram senilai Rp 66.957.000.

Turunnya harga emas Antam ini tidak sejalan dengan harga emas di pasar spot global yang masih menguat tipis kemarin, dan lebih mengekor pergerakan rupiah yang menguat terhadap dolar AS kemarin. 

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda. 

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.  

Pengamat ekonomi Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin mengatakan pada dasarnya faktor utama yang mempengaruhi harga emas adalah pergerakan mata uang US Dolar terhadap sejumlah mata uang lainnya.

"Karena investor global itu kerap menjadikan emas dan US Dolar sebagai rujukan, dan kondisi ini yang selalu berganti-ganti. Jadi kalau US dolar itu trennya naik, maka harga emas akan memiliki tren turun," ujar Gunawan, Kamis (4/7/2019).

Diakuinya, penyebab US Dolar bisa naik dipengaruhi kebijakan suku bunga acuan oleh bank sentral AS atau The FED. 

"Akhir-akhir ini, Bank Sentral Amerika itu diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuannya. Kalau bunga turun, tentunya US Dolar menjadi kurang diminati. Kenapa? Karena menyimpan US Dolar bunganya makin kecil sehingga daya tariknya berkurang," ungkapnya.

Gunawan menjelaskan investor akan mengalihkan investasinya dari yang sifatnya menyimpan US Dolar, berubah dengan dibelikan emas. Alhasil terciptalah permintaan yang tinggi pada emas, yang mengakibatkan harganya naik.

"Itulah sebabnya tren kenaikan harga emas terjadi belakangan. Sejauh ini harga emas naik menjadi $1.420 per once troy. Padahal sebelumnya sempat bertahan pada kisaran 1200 hingga 1300 an dolar per once troy nya," ucapnya.

Selain itu, kata Gunawan, harga emas juga dipengaruhi oleh per harga komoditas, situasi politik hingga permintaan emas untuk konsumsi.

"Saya melihat emas akan bertahan di atas 1400 dolar per once troy setidaknya hingga akhir tahun ini. Selama tidak ada perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga US Dolar," tutupnya. (nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved