Mahalnya Tiket Pesawat Jadi Salah Satu Penyebab Menurunnya Kunjungan Wisman di Sumut

Bulan Mei 2019 Wisman yang datang ke Sumut mencapai 16.250 kunjungan. Angkanya menurun 26,26 persen dibanding April 2019 dengan 22,037 kunjungan.

Mahalnya Tiket Pesawat Jadi Salah Satu Penyebab Menurunnya Kunjungan Wisman di Sumut
Tribun Medan/Dedy Sinuhaji
Sejumlah turis asing berkunjung ke Istana Maimun, Medan, Sabtu (23/8/2014). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wistawan asing (wisman) yang datang ke Provinsi Sumatera Utara selama Semester I 2014 mengalami peningkatan 5,31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tribun Medan/Dedy Sinuhaji 

TRIBUN-MEDAN.com-Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut angka wisawatan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Sumatera Utara mengalami penurunan pada Mei 2019.

Bulan Mei 2019 Wisman yang datang ke Sumut mencapai 16.250 kunjungan. Angkanya menurun 26,26 persen dibanding April 2019 dengan 22,037 kunjungan.

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumatra Utara menyebut hal ini bisa terjadi karena banyak faktor. Salah satunya banyaknya bencana yang terjadi beberapa waktu lalu di Indonesia.

"Bencana yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu mempengaruhi kepercayaan dari negara-negara sumber wisatawan. Jadi mereka butuh waktu untuk melihat kembali apakah kita sudah recovery," ujar Ketua ASITA Sumut, Solahuddin Nasution, Kamis (4/7/2019)

Selain itu menurutnya terjadi persaingan antara negara tetangga yang saat ini sangat proaktif dalam promosi, pemasaran, dan pembenahan sektor pariwisatanya.

Baca: Daftar Kota Peminat Tertinggi STAN 2019, Kota Medan Diurutan ke-3 Dengan 15.145 Orang Pendaftar

Baca: Inspektorat Janji Tindaklanjuti Kasus Dugaan Pungli Formulir Pendaftaran di SMP Negeri 1 Beringin

"Saat ini destinasi-destinasi baru memang sedang giat-giatnya melakukan promosi dan pembenahan sektor pariwisatanya seperti Myanmar dan Vietnam," ujarnya.

Solahuddin mengatakan mahalnya harga tiket pesawat domestik juga merupakan salah satu faktor dari berkurangnya jumlah kunjungan wisman ini.

"Walaupun presentasenya tidak terlalu besar, mahalnya harga tiket pesawat domestik juga berpengaruh pada minat Wisman mengunjungi Indonesia," katanya.

Hal ini disebabkan karena kecenderungan Wisman yang berlibur dalam waktu yang cukup lama dan berpindah-pindah daerah dalam satu negara.

"Selama ini wisatawan yang datang Indonesia, misalnya ke Bali atau ke Pulau Jawa bisa juga melanjutkan perjalanan ke Sumatera Utara. Begitupun sebaliknya wisman yang datang ke Sumut setelah tour dia melanjutkan perjalanan ke daerah lain," ujarnya.

Dengan mahalnya tiket domestik ini akan membuat wisman berpikir ulang dan memotong perjalanannya.

"Kalau tiket domestik di Indonesia mahal, mereka akan memperhitungkan untuk ke negara lain saja," pungkasnya. (cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved