Satukan Keturunan Leluhur Si Raja Batak, Komunitas Rumah Hela Gelar Gondang Sabangunan Si Raja Batak

Kita akan mengadakan rangkaian ritual Batak yang bahkan sudah langka demi kesatuan keturunan leluhur kami Si Raja Batak

Satukan Keturunan Leluhur Si Raja Batak, Komunitas Rumah Hela Gelar Gondang Sabangunan Si Raja Batak
Dokumentasi Rumah Hela
Ribuan warga wisatawan lokal dan mancanegara hadiri Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak 2018 di huta Simullop, Pangururan, Kab Samosir, Kamis (5/7/2018) 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR- "Tetap menjadi Batak yang kemarin dan hadir pada era saat ini", demikian yang dapat ditangkap dari orang-orang, baik muda pun kaum tua yang tergabung dalam Komunitas Rumah Hela yang berlokasi di Tepian Danau Toba, kaki gunung keramat orang Batak, Pusuk Buhit tepatnya di Simullop, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Kamis (4/7/2019).

Annevelin Naibaho satu dari mereka ditemui Tribun menjelaskan, dalam waktu dekat akan mengadakan doa-doa kepada Tuhan Maha Pencipta serta diyakini roh leluhur akan intrans melalui rangkaian ritual bertema "Gondang Sabangunan Si Raja Batak".

"Benar, kita akan mengadakan rangkaian ritual Batak yang bahkan sudah langka demi kesatuan keturunan leluhur kami Si Raja Batak,ujar wanita lulusan Ilmu Ekonomi Universitas HKBP Nommensen Medan ini.

Amatan Tribun, mereka sibuk mempersiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan pada acara "Gondang ni Siraja Batak". Masing-masing mengambil peran, terlebih kaum muda yang sejak pagi memasang umbul-umbul di sepanjang jalan.

Pada umbul-umbul yang mereka pasang terdapat pesan berisi "Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak 2019 Penuh Persahabatan Sesama Anak Bangsa". Rangkaian acara Gondang Sabangunan Si Raja Batak, dimulai Sabtu, 6-8 Juli 2019.

Sedangkan tetua-tetua lebih fokus mempersiapkan peralatan spritual. Seperti halnya yang dilakukan Nurhayati Situmorang, beberapa waktu lalu dia sudah bernazar dengan menjemput beberapa 'Mual' (air) leluhur Batak, seperti dari Pulau Mursala, Sibolga dan tempat lainnya.

Bagi orang Batak Mual merupakan simbol kesucian dan kehidupan baik secara jasmani maupun rohani. 

Nurhayati Situmorang, satu dari orang yang terpilih dan memiliki talenta berkomunikasi dengan roh leluhur mengatakan, sebagai simbol penghormatan kepada nenek moyang Batak seperti Saribu Raja, dirinya telah melakukan beberapa ritual.

Tujuanya, secara spritual kehadiran para leluhur pada Gondang Sabangunan Si Raja Batak nanti. Nantinya, para leluhur Batak melalui "Hasorangan" (orang-orang yang memiliki talenta menyambung lidah para leluhur) dapat berkomunikasi secara lisan dengan para "Siminik", keturunannya.

Annevelin menimpali, "Gondang Ni Opputa Si Raja Batak" kali ini juga terbuka bagi siapa saja yang merasa keturuanan "Pomparan ni Si Raja Batak" dari delapan penjuru mata angin.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved