Dinas Kehutanan Sumut Amankan 10 Truk Angkut Kayu Pinus Curian, Ditebang dari Kawasan Danau Toba

Tidak hanya mencuri batang pohon Pinus, 10 truk tesebut juga mengangkut kayu Eukaliptus dari hutan lindung.

Dinas Kehutanan Sumut Amankan 10 Truk Angkut Kayu Pinus Curian, Ditebang dari Kawasan Danau Toba
TRIBUN MEDAN/HO
Dinas Kehutanan dan Polisi Hutan mengamankan 10 truk berisikan kayu Pinus curian, di Aek Natolu, Sumatera Utara. 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara berhasil mengamankan 10 truk bermuatan batang-batang kayu pohon Pinus yang dicuri dari hutan lindung sekitaran kawasan Danau Toba.

Tidak hanya mencuri batang pohon Pinus, 10 truk tesebut juga mengangkut kayu Eukaliptus dari hutan lindung.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Pengawasan Dinas Kehutanan Sumut, Yuliani Siregar mengatakan, kesepuluh angkutan tesebut ditangkap karena tidak memiliki izin mengangkut kayu dari hutan lindung.

"Kami telah menangkap 10 truk dengan tidak ada izin lengkap dari dinas hanya yang ditemukan surat angkutan barang saja," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Jumat (5/7/2019).

Yuliani mengatakan, kayu-kayu tersebut berasal dari Tarutung dan melintasi daerah Aek Natolu. Pihaknya merasa curiga dengan truk-truk yang mayoritas tertutup dengan terpal itu.

Melihat itu, pihaknya langsung menghentikan laju truk dan berhasil menemukan ratusan batang kayu pohon Pinus yang sudah terpotong-potong.

"Posisi truk di titip KPH 04 Balige, Aek Natolu, kami sudah serahkan barang bukti Polres berserta supir dan kernet," jelasnya.

Dirinya menjelaskan, penangkapan dilakukan pada Kamis malam, saat 10 truk tersebut lewat secara beriringan.

"Penangkapan tarjadinpada Kamis malam, di tangkap melintas di Jalan balige dan ditangkap di Aek Natolu," ucapnya.

Menurut keterangan dari para supir, kata dia, kayu-kayu tersebut akan dibawa menuju Siantar. Namun, dirinya tidak mengetahui secara jelas kayu-kayu tersebut akan digunakan untuk apa.

Selanjutnya, dirinya meminta kepada pihak Kepolisian setempat untuk segera memproses hukum. Karena, sampai dengan saat ini pelaku-pelaku ilegal logging selalu lepas tanpa adanya dikenakan proses hukum.

"Kerjasama seluruh Polres dengan dinas kehutanan untuk mengungkap pelaku ilegal logging," ucapnya.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved