Meski Sudah Dibangun Permanen, Pusat Promosi Produk Unggulan Daerah Deliserdang Sepi

Disebut-sebut sepinya pengunjung karena hingga kini belum banyak produk unggulan daerah yang dipajangkan di tempat ini.

Meski Sudah Dibangun Permanen, Pusat Promosi Produk Unggulan Daerah Deliserdang Sepi
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Wartawan mengamati suasana di PPPUD milik Pemkab Deliserdang di Tanjung Morawa,Jumat (5/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Pusat Promosi Produk Unggulan Daerah (PPPUD) milik Pemkab Deliserdang yang berada di Jln Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Tanjung Morawa masih sepi pengunjung hingga saat ini.

Disebut-sebut sepinya pengunjung karena hingga kini belum banyak produk unggulan daerah yang dipajangkan di tempat ini.

Selain itu beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang punya peran di tempat ini juga seperti kurang serius.

Pantauan Tribun, Jumat (5/7) walaupun sudah diberi tempat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mempromosikan produk unggulan yang dibawah naungan beberapa dinas namun beberapa bangunan terlihat tertutup rapat.

Seperti produk pertanian dan olahan yang dikelola Dinas Pertanian dan tempat produk perikanan dan kelautan yang dikelola Dinas Perikanan dan Kelautan.

Walaupun bangunan berdiri kokoh dengan ukuran sekitar 7 x 7 meter namun tidak ada aktivitas di dalam bangunan. Terlihat dari luar hanya ada beberapa produk unggulan yang dipajang. Tampak produk yang dipajang tidak sebanding jumlahnya dengan banyaknya rak yang sudah tersedia yang masih kosong. Belasan kios yang ada di PPPUD ini terlihat tutup.

Sementara itu untuk yang di area food court dari 8 lapak yang tersedia hanya ada satu yang buka yakni pedagang somay. 

Sedangkan yang jual makanan rujak dan bakso dan lainnya terlihat tutup. Kursi dan meja disusun dan digabung terbalik.

"Ya masih sepi makanya tutup semua yang di food court ini. Kadang ada juga yang beli tapi sekali-sekali. Belum banyak yang tau di sini ada tempat bagus seperti ini, karena kalau dilihat dari depan seperti bangunan kantor di sini. Ya somay kami ini laku kalau ada acara kebetulan di sini baru diborong,"kata Raja pedagang Somay.

Raja menyebut kalau para pedagang ini sebenarnya di bawah naungan Dinas Koperasi dan UKM.

Namun karena pedagang merasa situasi selalu sepi banyak pedagang yang lebih memilih berjualan di tempat lain.

Ia menyebut bisa bertahan karena memang telah mempunya cabang di beberapa tempat seperti di Kota Lubuk Pakam dan Bandara Kualanamu. Ia menyebut bahwa jualannya bisa terbantu karena dibantu penjualan online.

Hingga saat ini belum banyak orang yang mengetahui keberadaan PPPUD ini. Meski bangunan berada di pinggir jalan namun karena aktivitas kendaraan di Jalinsum cukup kencang tidak banyak orang yang mengetahuinya.

Di tempat ini selain ada taman juga ada tempat bermain anak. Hanya saja saat siang hari suasana di tempat ini masih terasa panas karena beberapa tanaman yang ditanam masih kecil-kecil.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved