Pemko Medan Target Penghasilan dari Pajak Rp 1,7 Triliun di Tahun 2019

Sesuai dengan persentase, Zakaria mengungkapkan rata-rata di semua jenis pajak sudah maksimal. Yaitu pencapaian di atas 90 persen.

Pemko Medan Target Penghasilan dari Pajak Rp 1,7 Triliun di Tahun 2019
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Kepala Bidang PBB dan BPHTB BPPRD Kota Medan, Zakaria. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Bidang PBB dan BPHTB Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Zakaria mengatakan, BPPRD mengelola pajak hotel, restoran, hiburan parkir, penerangan jalan, PBB, BPHTB dan air bawah tanah.

Penghasilan maksimal dibagi 2 kategori yaitu pencapaian persentase dan pencapaian nilai rupiah.

Sesuai dengan persentase, Zakaria mengungkapkan rata-rata di semua jenis pajak sudah maksimal. Yaitu pencapaian di atas 90 persen.

Sementara pencapaian nilai rupiah terbesar adalah pada PBB diikuti Pajak Penerangan Jalan, BPHTB, lalu masuk ke restoran, hotel, hiburan dan pajak air bawah tanah.

"Total seluruh target yang dibebankan untuk 2019 ini mencapai Rp 1,7 triliun. Dengan PBB sebagai target tertinggi yaitu 515 miliar. Target ini naik dari tahun 2018 yaitu Rp 1,3 triliun" ungkapnya.

Ia melanjutkan, ini merupakan tantangan, di mana untuk pencapaian target diharuskan lebih giat menyosialisakan program pemerintahan daerah kepada masyarakat.

"Memberikan pemahaman kepada masyarakat arti penting pembayaran pajak. Karena ada pada dasarnya, pajak 100 persen digunakan kembali ke masyarakat," katanya.

Pemanfaatan dana pajak yang kembali ke masyarakat digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat .

"Kalau masyarakat membayar pajaknya tersendat atau ogah-ogahan tentunya pembangunan daerah akan tersendat. Untuk itu, kita mengharapkan dukungan masyarakat untuk menyukseskan pencapaian target," katanya.

Ditanya soal apakah masyarakat Kota Medan sudah peduli dan taat pajak, Zakaria mengatakan ada segmennya.

"Ada beberapa segmen yang sudah taat dan sadar. Tahu penting arti pajak untuk pembangunan. Ada kalangan tertentu yang keberatan dan belum paham," ujarnya.

Segmen ini (yang belum paham) yang menjadi tantangan bagi BPPRD untuk memberikan sosialisasi dan pengertian, imbauan, anjuran bahwa pajak 100 persen digunakan untuk masyarakat bukan untuk siapa-siapa.
(cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved