PERSEKUSI - Putrinya Turut Aniaya Siswi SMP di Tempat Sakral, Begini Pengakuan Sedih Sang Ayah

Putrinya Turut Aniaya Siswi SMP di Tempat Sakral, Begini Pengakuan Sedih Sang Ayah

PERSEKUSI - Putrinya Turut Aniaya Siswi SMP di Tempat Sakral, Begini Pengakuan Sedih Sang Ayah
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Ketiga tersangka kasus persekusi terhadap Ketut AAP (15), ketika berada di Satreksim Polres Klungkung, Kamis (4/7/2019). (TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA) 

"Dia sepertinya sudah salah pergaulan, dan sangat sulit untuk dinasehati," ungkap Nengah S sembari menyandarkan tubuh kurusnya ke tembok.

Tampak keriput di tangan pria itu.

Sesekali ia mengaku menyesal, karena belum dapat mendidik putrinya dengan baik.

Anak ketiga dari lima bersaudara itu, diakuinya jarang pulang ke rumah, dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

"Sangat jarang anak saya itu pulang kerumah, paling pulang saat minta uang saja," ungkap Nengah S

"Semoga kejadian ini bisa jadi pelajaran buat ia dan teman-temannya," terang Nengah S

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus penganiyaan yang dilakukan oleh sekelompok remaja putri juga mencuat di Klungkung.

Bahkan tindakan persekusi yang dilakukan sempat direkam, hingga viral di media sosial.

Dalam rekaman video berdurasi 2.36 menit, jelas terlihat kebrutalan sekelompok remaja putri sedang menganiaya seorang ramaja putri lainnya.

Kejadian penganiyaan ini bahkan terjadi di lokasi yang disakralkan masyarakat, yakni di kawasan Bukit Buluh, di wilayah Desa Gunaksa, Dawan, Klungkung.

#Putrinya Turut Aniaya Siswi SMP di Tempat Sakral, Begini Pengakuan Sedih Sang Ayah

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Pengakuan Sosok Ayah yang Putrinya Jadi Tersangka Persekusi di Klungkung 'Pulang Hanya Minta Uang'

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved