News Video

Petugas Tangkap Penjual Kulit Harimau dan Tengkorak, Harganya Mencapai Rp 57 Juta. .

Penjualan kulit harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) dan organ tubuh digagalkan oleh petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser

Petugas Tangkap Penjual Kulit Harimau dan Tengkorak, Harganya Mencapai Rp 57 Juta. .
Tribun Medan
Barang bukti kulit harimau yang hendak diperdagangkan 

TRIBUN-MEDAN.com - Penjualan kulit harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) dan organ tubuh digagalkan oleh petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Kepala Seksi Wilayah I Balai Gakkum LHK Sumut-Aceh, Haluanto Ginting mengatakan, pelaku yang ditangkap berinisial P (27).

Haluanto menambahkan bahwa P disergap saat hendak menjual kulit harimau kepada petugas BB TNGL yang melakukan penyamaran di Simpang Sogong, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, Sumut.

Dari tangan P disita 2 lembar kulit harimau berukuran besar, 1 lembar kulit harimau ukuran kecil, 1 tengkorak yang diduga jenis harimau sumatera, sebilah belati dan 1 unit handphone.

Tonton videonya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Edy Rahmayadi Digugat ASN, Anthony Sinaga Sudah Surati Presiden dan Mendagri

Aspal yang Ambles di Jalan Perintis Kemerdekaan Mulai Diperbaiki, TONTON VIDEO. .

Kulit harimau itu diakui P sebagai warisan keluarga dan sudah ada sejak dia kecil.

Pria yang berprofesi sebagai petani ini memiliki kulit harimau itu sejak 2013.

“Tersangka mengaku kulit harimau itu dari kakeknya. Jadi dia bongkar-bongkar rumah, kemudian dapat barang ini,” tutur Haluanto.

Lebih lanjut, petugas menduga kulit harimau itu diduga berasal dari harimau yang dijerat di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Dugaan itu didasarkan pada lokasi kediaman keluarga tersangka yang berdekatan dengan taman nasional itu.

Dari pemeriksaan dua lembar kulit harimau besar itu rencananya dijual seharga Rp 57 juta.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, P dijerat dengan Pasal 21 junto Pasal 40 UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Dia terancam hukuman paling lama 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Kita sudah menitipkan tersangka dan barang bukti ke Polda Sumut,” tegas Haluanto.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved