Berburu Kuliner Khas Penang di Penang Food Promotion di Santika

Bagi Anda yang ingin menikmati kuliner khas Penang, mungkin Penang Food Promotion bisa menjadi pilihan yang tepat.

Tribun Medan/Natalin Sinaga
Pembukaan Penang Food Promotion dan Durian Penang Tour Package. 

TRIBUN-MEDAN.com-Bagi Anda yang ingin menikmati kuliner khas Penang, mungkin Penang Food Promotion bisa menjadi pilihan yang tepat.

Pasalnya, event ini menyajikan berbagai kuliner khas Penang, Malaysia. Acara ini merupakan kerjasama antara Berjaya Hotel Penang dengan Hotel Santika Dyandra Medan dan didukung oleh Tourism Malaysia Medan.

Food and Beverage Director Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Krisna Widarta mengatakan Kota Medan dikenal dengan Bumi Melayu Deli dan sejak lama dikenal sebagai perlintasan budaya yang membuatnya kaya akan khasanah kuliner, baik masakan asli perpaduan serta pengembangannya. Selalu menjadi menarik akar ataupun asal usul masakan.

"Selama bulan Juli, Hotel Santika Premier Dyandra Medan manghadirkan "Jam Makan Sedap-Penang Food Promotion" yang menyajikan ragam kuliner khas Penang Malaysia, dengan mendatangkan Guest Chef Mat Yamin dan Ramesh dukungan kerjasama dari manajemen Berjaya Hotel Penang, yang akan memanjakan para tamu dengan masakan otentik Penang," ujar Krisna, Jumat (5/6/2019).

Ia menjelaskan program lintas kuliner serumpun ini didukung penuh oleh Konsul Jenderal Amizal Fadzli B. Rajali sebagai Konsulat Jenderal Malaysia Medan serta Director of Sumatera Malaysia Tourism Promotion Board, Azhari Heron, yang terus berupaya merekatkan hubungan negara serumpun, Indonesia dan Malaysia, kali ini lewat khasanah kuliner Penang.

Krisna merekomendasikan Tom Yam dan Teh Tarik sebagai menu yang wajib dicoba. Menu ini menjadi signature dish dalam promo khusus di Kafe Ulos, Hotel Santika Premiere Dyandra Medan.

Selain itu pengunjung juga bisa menikmati Food & Beverages andalan Penang lainnya sambil berbincang langsung dengan kedua Guest Chef ini sembari menikmati suasana malam di kota Medan ditemani Live Acoustic Music setiap Jumat dan Sabtu.

Konsumen dapat menikmati berbagai cita rasa Penang, yakni Krabu Timun Nenas, Laksa Penang, Pappadom, Sup Kambing Berempah, Ikan Goreng Mamak Style, Pulut Kacau, dan lainnya. Semua hidangan tersebut disediakan oleh Chef Ramesh dan Chef Mat Yatim.

"Hanya dengan Rp 115 ribu net per orang, promo makan malam sepuasnya ini akan mamperkaya wawasan kuliner para tamu sekaligus menjalin silaturahmi antar bangsa. Untuk kenyamanan, silahkan melakukan reservasi di 061 (451 1999 ) ext 32," ucap Krisna.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Tourism Malaysia Medan, Azhari Haron mengatakan, Indonesia dan Malaysia merupakan negara yang unik, karena memiliki banyak suku bangsa, seni, budaya, dan juga wisata kuliner.

Penelitian menunjukkan bahwa wisatawan menghabiskan hampir 40 persen dari anggaran mereka pada makanan saat berpergian. Ada juga yang mengatakan bahwa 50 persen dari pendapatan restoran dihasilkan oleh wisatawan.

"Banyak negara mulai menyadari potensi kuliner bagi kesejahteraan masyarakat dan pengembangan destinasi wisata. Event Penang Food Promotion menjadi satu event yang sangat menarik karena melibatkan kerja sama dua negara tetangga, yang tidak jauh berbeda dari segi budaya, dan cita rasa masakan lokalnya. Semoga event ini semakin mengukuhkan lagi hubungan antara Indonesia dan Malaysia, untuk dapat bersama-sama meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara," kata Azhari.

Selain Penang Food Promotion, kata Azhari, pihaknya menggelar "Durian Penang Tour Package" pada sesi Presentasi di Hotel Santika bersama para Travel Agent dan Airlines.

"Durian Penang sangat terkenal dan salah satu durian terbaik di dunia. Saat ini di Penang sedang musim durian. Jom pencinta durian datang ke Penang," ujarnya.

Azhari mengaku puas selama tiga tahun lebih bertugas di Medan, dapat melihat dan merasakan langsung peningkatan kunjungan warga Sumatera ke Malaysia. Selain itu ia melihat adanya pertumbuhan angka pariwisata baik ke Malaysia maupun ke Sumateta Utara.

"Jumlah seat capacity (direct flight) semasa saya bekerja di Medan mengalami up and down, namun menurut jumlah seat capacity selama tiga tahun lebih ini meningkat lebih kurang 20 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Azhari. (nat/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved