Ini Penjelasan Ahli Soal Jalan Amblas Sedalam 4 Meter di HM Yamin

Ia menambahkan, jika di bawah jalan terdapat aliran air bawah permukaan maka aliran dapat mempengaruhi struktur tanah.

Ini Penjelasan Ahli Soal Jalan Amblas Sedalam 4 Meter di HM Yamin
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Ini Penjelasan Ahli Soal Jalan Amblas Sedalam 4 Meter di HM Yamin . Pengguna jalan melintas di dekat badan jalan yang amblas sedalam 4 meter di jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Sumatera Utara, Kamis (4/7/2019).Tribun Medan/Riski Cahyadi 

Apalagi, belakangan hujan dengan intensitas tinggi selalu menggenangi Kota Medan. Celah-celah pada permukaan tanah di sekitar lokasi masuk ke bawah lapisan tanah dasar yang memberi energi pola aliran terbentuk kembali di bawah permukaan akibat sudah terbentuknya ruang kosong sebelumnya.

Hal ini dihipotesa terjadinya ruang kosong dan memperlemah kekuatan daya dukung tanah. Ditambah faktor pembangunan cukup pesat tanpa mengontrol kondisi jalur air bawah tanah menyebabkan banyak kasus jalan amblas di daerah perkotaan.

Baca: LIVE BOLA Link Live Streaming Borneo FC vs Persija, Siaran Langsung Kick-off Pukul 15.30 WIB

Baca: BERITA KESEHATAN: 5 Manfaat Jahe untuk Kesehatan Kulit, Lengkap Cara Meramu dengan Resepnya

Baca: Bembenk Diduga Penyebab Terbakarnya Rumah Keluarga Besarnya, Sedang Menyambung Kabel Kipas Angin

"Hipotesa ini masih sementara berdasarkan data visual dan data yang dimiliki. Karena saat ini sedang melakukan penelitian tentang drainase kota Medan Masa Kolonial. Oleh sebab itu, kecil sekali kenderaan truck menjadi penyebab utama amblasnya jalan HM Yamin," katanya.

Namun, ia belum berani membuat analisis secara terukur. Dengan adanya seperti itu, ada sebuah pajaran bagi kita terutama pemerintah daerah untuk melakukan inspeksi kondisi struktur tanah yang telah mengalami gangguan pada daya dukung tanah akibat pembangunan kota yang tidak terukur dan terkontrol

Pemerintah Kota (Pemko) atau pemerintah provinsi termasuk Bina Marga harus segera mengambil kebijakan dengan melakukan inspeksi struktur tanah seperti melakukan pengujian menggunakan Georadar atau Ground Penetrating Radar (GPR).

Itu adalah sebuat alat mendeteksi pori-pori tanah. Nanti akan terdekteksi di mana rongga agar dilakukan percepatan perbaikan dan menghentikan aliran tanah yang membawa butiran tanah.

"Terlepas dari mahal atau tidak, ini harus segera disikapi. Kalau tidak, kemungkinan besar tidak akan terdekteksi. Georadar adalah teknokogi scanning konstruksi menggunakan laser yang menghasilkan visualisasi gambar dalam bentuk warna. Akan tahu apakah di bawah permukaan solid atau berongga," terangnya.

Pemko bisa koordinasi dengan Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II karena sedang saat ini mereka melakukan pembangunan Bendungan Lau Simeme yang salah satu dari kegiatan monitoring konstruksi terhadap tubuh Bendungan menggunakan Georadar.

Penyelesaian amblas jalan tidah hanya dengan menutup kembali lubang yang terbentuk karena sifatnya hanya sementara, bukan penyelesaian utama dari amblasnya jalan.

"Terkait dengan pengaruh konstruksi jalan, pendapat saya kecil kemungkinan penyebab amblas jalan. Jika amblas jalan hanya 1 meter maka konstruksi jalan dapat menjadi dasar dari penyebabnya amblas. Namun dalamnya lubang mencapai 4 m sehingga pendapat saya ambalas jalan bukan akibat rusaknya konstruksi jalan," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved