Kasus Pemerasan oleh Oknum Polsek Medan Area Lambat, Kapolsek Akui 4 Polisi Diperiksa

LBH Medan menuntut kepolisian tegas dalam menindak pesonilnya yang diduga memeras keluarga tersangka kasus narkoba.

Kasus Pemerasan oleh Oknum Polsek Medan Area Lambat, Kapolsek Akui 4 Polisi Diperiksa
Istimewa
Ilustrasi Polisi 

TRIBUN-MEDAN.com - LBH Medan meminta keseriusan Propam Polrestabes Medan dalam penanganan kasus pemerasan yang dilaporkan telah dilakukan oknum polisi Polsek Medan Area terhadap warga bernama Muhammad Rusli.

Maswan Tambak dari LBH Medan yang merupakan kuasa hukum korban menjelaskan, pada 27 Maret 2019 Muhammad Rusli melaporkan pemerasan yang dialaminya oleh oknum polisi sebagai syarat melepaskan anaknya M. Irfandi yang ditangkap karena diduga sebagai pemakai sabu.

Namun hingga saat ini Maswan menjelaskan bahwa pihaknya tak kunjung mendapatkan kabar terkait proses penanganan kasus tersebut.

"Ini sudah berlalu hampir tiga bulan setengah penanganan kasusnya. Tapi sampai hari ini kami belum dapatkan kelanjutan kasusnya bagaimana," jelasnya di Kantor LBH Medan, Sabtu (6/7/2019).

Ia berpendapat proses yang terlalu lama ini menimbulkan anggapan buruk di masyarakat bahwa kepolisian sulit memproses kasus yang melibatkan oknum di tubuh Polri sendiri.

"Harapan kami pihak polisi harus profesional jika memang ada keterlibatan pihak polisi dalam pemerasan. Kita melihat lamanya ini sepertinya memang tidak ada keseriusan pihak penegak hukum untuk menyelesaikan," tegasnya.

Bahkan ia menyebutkan seharusnya para oknum polisi yang benar terlibat pemerasan harusnya bisa dikenakan sanksi hingga berujung pemecatan.

Advokat LBH Medan Maswan Tambak
Advokat LBH Medan Maswan Tambak (Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk)

"Oknum polisi ini bisa dikenakan Pasal 5 huruf A dan Pasal 6 huruf o dan q tentang Peraturan Pemerintah RI tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian negara RI. Paling berat bisa berujung pemecatan," ungkapnya.

Kronologi Peristiwa

Maswan menjelaskan awal mula kejadian terjadi pada tanggal 27 Maret 2019 sekitar pukul 03.45 dinihari. Waktu itu, anak Muhamad Rusli (M. Irfandi) ditangkap oleh pihak Polsek Medan Area di Gedung Arca, tepat di depan Kantor Pegadaian bersama temannya (Intan).

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved