Cake Madona Resep Tempo Dulu di Aem Kitchen

Ia juga menggunakan bahan-bahan premium untuk semua produk kuenya. Ini merupakan salah satu yang menjadi pembeda Aem Kitchen.

Cake Madona Resep Tempo Dulu di Aem Kitchen
HO
Andi Murni Palupay saat menunjukkan produk buatannya di River Valley Medan Johor, Minggu (7/7/2019). Andi merupakan pemilik usaha Aem Kitchen yang menjual berbagai jenis kue. 

TRIBUN-MEDAN.com - Cake madona, tart kentang, bolu jerman adalah beberapa dari banyaknya menu kue tempo dulu yang sudah jarang ditemui saat ini.

Produk-produk inilah yang dikembangkan oleh Andi Murni Palupay.

Andi menjual kue-kue ini di Instagram @aem_kitchen. Awalnya ia mencoba menawarkan ke saudara, tetangga, dan teman-teman.

"Ternyata respon mereka baik dan akhirnya didukung untuk open order. Awalnya cuma bisa jualan satu atau dua kotak perhari, sekarang sudah ada pesanan lebih dari 50 kotak perhari," kata Andi.

Andi mengatakan produk yang ia jual memang unik dan jarang ditemukan di Kota Medan. Bahkan jika produknya sama dengan produk yang lain, rasanya berbeda karena ia mengkreasikan resepnya sendiri.

"Seperti cake madona, tart kentang, bolu jerman saya rasa belum ada yang punya kue sejenis di Kota Medan karena ini resep leluhur dan explore dari racikan saya sendiri," ujarnya.

Kata Andi, cake madona adalah kue yang berasal dari Ambon. Kue ini sudah ada sejak zaman penjajahan dulu. Kue ini terdiri dari tiga lapisan yang berwarna coklat di bagian atas dan bawah serta kuning di bagian tengahnya.

Bagian yang berwarna coklat merupakan puding coklat premium dan bagian tengahnya adalah bolu. Sedangkan tart kentang terbuat dari kentang panggang dengan butter yang bagian atasnya diberikan puding coklat.

"Ini merupakan makanan yang paling best seller. Nama cake madona memang sudah dari sananya. Selain itu saya juga jual berbagai produk kue lainnya," jelasnya.

Ia juga menggunakan bahan-bahan premium untuk semua produk kuenya. Ini merupakan salah satu yang menjadi pembeda Aem Kitchen.

Semua produk dijualnya made by order atau dibuat jika ada pesanan. Sehingga kue-kue ini tetap fresh saat sampai ke tangan konsumen

Harga kue yang ia jual mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 250 ribu. Dalam satu minggu dengan lima hari kerja ia bisa meraih omzet Rp 3 juta hingga Rp 4 jutaan.

Menurutnya tips membangun bisnis seperti ini harus sering silaturahmi, bertemu orang-orang baru, ikut organisasi, arisan, pengajian atau perkumpulan yang memberikan manfaat.

"Biasanya saya akan memperkenalkan produk saya dengan dan memberikan kesempatan teman-teman diperkumpulan untuk icip-icip. Niat sedekah, dapat pahala silaturahmi, pahala sedekah, dan dapat costumer sebagai bonusnya," pungkasnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved