TRIBUNWIKI

Landak Rivers, Sungai Jernih di Tengah Hutan Tropis Bahorok Lengkap dengan Lokasi Kamping

Landak Rivers merupakan destinasi pemandian alam sungai berbatuan nan jernih di tengah hutan.

Landak Rivers, Sungai Jernih di Tengah Hutan Tropis Bahorok Lengkap dengan Lokasi Kamping
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Suasana pemandian alam Landak River nan sejuk di tengah hutan tropis Desa Tapi Raya, Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Landak Rivers destinasi wisata alam di tengah hutan tropis belum lama ngehits menjadi primadona bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Berada di Desa Tampiraya, Bahorok, Kabupaten Langkat.

Landak Rivers merupakan destinasi pemandian alam sungai berbatuan nan jernih di tengah hutan.

Menariknya lagi, airnya berwarna hijau, kebiruan dan belum banyak dijamah wisatawan dianugerahi lokasi kemping yang nyaman nan sejuk.

Herman Ginting karib disapa Pak Nova adalah orang yang mengembangkan wisata Landak Rivers. Awalnya, dia bersama istrinya Boru Sembiring hanya seorang penderes/pengguris getah karet di sekitar aliran sungai. Katanya, sungai ini bukan aliran yang sama dengan Bukut Lawang, melainkan sungai dari pegunungan Karo.

"Ini tiga tahun lalu lah kira-kura mulanya saya kelola, karena airnya bersih kali disini dan tidka permah kering. Bapakmu ini dulu sama ibu hanya menderes getah karet, beberapa kali ada orang kamping mandi sungai, kami cuma jual-jual mi instan pakai modal minim, terus hitsnya pas ada 300 santri salat jemaah disini acara pesantren, sekitar 2018" katanya.

Suasana pemandian alam Landak River nan sejuk di tengah hutan tropis Desa Tapi Raya, Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Suasana pemandian alam Landak River nan sejuk di tengah hutan tropis Desa Tapi Raya, Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN)

Tak luput satu lagi yang menjadi daya tarik adalah wisata hasil perkebunan, di area ini juga terdapat kebun durian, kebun cempedak, pepohonan bambu. Di sekitar lokasi lain juga terdapat cottage atau pondok penginapan dengan beragam harga terjangkau sekitar 150 ribu hingga 300 ribu.

Wisatawan lokal, Nurul bersama lima rekannya tak ketinggalan menikmati 'kepingan surga' di tengah hutan ini. Mereka merupakan mahasiswi dan warga sekitar yang berlibur dan merayakan HUT ke-19 Nurul.

"Kami semua mahasiswi bang, beda-beda kampus. Ini lagi liburan, teman-teman semua pada kemari kumpul. Keindahan alam ya sangat sejum udaranya, airnya itu sejuk dan sangat jernih, terus di Namo Samsah Sungai Landak ini airnya gak pernah kering dan kotor," kata Nurul disambut Reka dan kawan-kawan.

Reka bilang, yang paling menakjubkan adalah airnya, dari permukaan dasar sungai bisa terlihat jelas. Hasrat ingin menceburkan diri untuk mandi-mandi dan berswafoto bakalan sulit dibendung.

Tak hanya wisatawan lokal, turis mancanegara terlihat silih berganti menikmati lompatan batu Namo Samsah. Bahkan, mereka rela berjalan berkilo-kilo jalan setapak untuk menuju lokasi Landak Rivers.

"Landak Rivers sangat cool, airnya sangat sejuk sekali. Kami sangat penasaran, dan rencananya kami mau menginap di dalam hutan. Saya bersama teman-teman dari Australia," ungkap Milli kepada Tribun Medan.

Rutenya dari Medan bisa ditempuh jarak 3-3,5 jam melalui Binjai, lewat Kecamatan Binjai Barat, Kecamatan Selesai, Kecamatan Serapit, Kecamatan Kuala, Kecamatan Bahorok. Lokasi serah dengan kawasan Bukit Lawang bagian Taman Nasional Gunung Leuser.

Pengunjung menikmati suasana pemandian alam Landak River. Pemandian nan sejuk ini berada di tengah hutan tropis Desa Tapi Raya, Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Pengunjung menikmati suasana pemandian alam Landak River. Pemandian nan sejuk ini berada di tengah hutan tropis Desa Tapi Raya, Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN)

Untuk masuk ke Landak River agar tidak kenak retribusi terlalu banyak, bisa lewat jalur setapak (bisa dengan sepeda motor) ditandai dengan jembatan titi kuning, terdapat plank.

Jika ingin naik mobil bersama keluarga bisa menggunakan jasa ojek motor biaya Rp 15.000 hingga Rp 20.000 dengan jarak sekitar 2 Kilometer.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved