Penyebab Poligami Dilegalkan, Rencana Disahkan September, Penjelasan DPRA soal Istri Lebih dari 1

Penyebab Poligami Dilegalkan, Rencana Disahkan September, Penjelasan DPRA soal Istri Lebih dari 1

Penyebab Poligami Dilegalkan, Rencana Disahkan September, Penjelasan DPRA soal Istri Lebih dari 1
huffpost
Penyebab Poligami Dilegalkan, Rencana Disahkan September, Penjelasan DPRA soal Istri Lebih dari 1 

TRIBUN-MEDAN.COM - Penyebab Poligami Dilegalkan, Rencana Disahkan September, Penjelasan DPRA soal Istri Lebih dari 1.

Poligami Terbaru- Syarat Lain Kemampuan Ekonomi, Alasan Dilegalkan karena Nikah Siri, Izin Istri?

//

Pemerintah Aceh akan melegalkan poligami atau pernikahan lebih dari satu istri.

Baca: JAWABAN Menohok Istri Gubernur Aceh terkait Poligami Akan Disahkan, Darwati Ingatkan Pesan Alquran

Baca: BERGULAT dengan Polisi, Akhirnya Pria Berbadan Tegap Minta Maaf hingga Menangis, Kronologinya

Ketentuan mengenai hal itu diatur di dalam Rancangan Qanun Hukum Keluarga yang sedang digodok oleh Komisi VII DPRA dan direncanakan akan disahkan menjadi qanun pada September nanti, menjelang berakhirnya masa jabatan anggota DPRA periode 2014-2019.

Saat ini, pihak Komisi VII sedang melakukan proses konsultasi draf rancangan qanun tersebut ke Jakarta, yakni ke Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

“Draf qanunnya sedang kita konsultasikan dan saat ini saya juga sedang berada di Jakarta untuk keperluan itu,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPRA, Musannif, kepada Serambi, Jumat (5/7) siang.

Rancangan Qanun Hukum Keluarga ini, menurut Musannif, merupakan usulan pihak eksekutif (Pemerintah Aceh).

Baca: Akhirnya Galih Ginanjar Minta Maaf pada Mantan Istri Fairuz, Farhat Abas Bela Rey Utami- Pablo Benua

Baca: VIRAL CURHAT WANITA, HUBUNGAN BERAKHIR Selingkuh hingga Diminta Jadi Perias Pengantin Mantan Kekasih

DPRA lantas mempelajari draf yang diajukan itu dan menilai bahwa aturan yang terdapat di dalamnya bisa dijalankan di Aceh sebagai daerah yang bersyariat Islam.

Ketentuan yang diatur di dalam draf qanun ini, antara lain, menyangkut perkawinan, perceraian, harta warisan, dan poligami.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved