Asahan Terapkan Pendeteksian Dini Kanker Serviks

pendeteksian dini kanker serviks sangat perlu dilakukan agar dapat meningkatkan peluang kesembuhan

Asahan Terapkan Pendeteksian Dini Kanker Serviks
Thinkstockphotos
Foto Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Kabupaten Asahan telah menerapkan pendeteksian dini kanker rahim atau kanker serviks.

Hal tersebut dilakukan agar mengurangi jumlah korban atau penderita kanker serviks terutama di Asahan.

“Data dari WHO menyatakan bahwa kanker serviks telah menimbulkan banyak korban, namun begitu kaum wanita tidak perlu khawatir karena kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang dapat dicegah dan disembuhkan jika dideteksi sejak awal,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Asahan dr Aris Yudhariansyah, Senin (8/7/2019).

Ia menjelaskan, pendeteksian dini kanker serviks sangat perlu dilakukan agar dapat meningkatkan peluang kesembuhan, lantas, seberapa besar peluang hidup jika kanker serviks ditemukan dalam stadium awal.

“Meski terlihat menyeramkan kanker serviks sebenarnya bisa disembuhkan secara total apalagi ditemukan sejak awal. Karena pada dasarnya penyakit ini akan melewati tahap pra-kanker yaitu tahap dimana sel-sel serviks atau leher rahim mulai tumbuh secara abnormal," jelasnya.

Ia mengatakan, jika pendeteksian dini kanker rahim bisa, lanjutnya, mengapa tidak dilakukan berperilaku hidup bersih dan sehat tidak dilakukan sejak dini.

Hal tersebutlah yang dilakukan Kabupaten Asahan untuk meminimalisir kaum wanita terkena kanker rahim yang memungkinkan merenggut nyawa korban.

“Penerapan pendeteksian dini tentang kanker rahim ini mendapat penghargaan Juara I dari Menteri Kesehatan. Kini Asahan menjadi studi banding bagi kabupaten kota se Indonesia sebagai percontohan pendeteksian dini tentang kanker rahim," tuturnya.

Ia mengungkapkan, penerapan tersebut dilakukan pada tahun 2017 dan pertama kali diikutsertakan perlombaan  dan ternyata mendapat Juara pertama.

“Kabupaten Asahan juga mendapatkan peringkat ke II nasional dimana daerah yang telah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Bahkan kita juga telah telah mendapatkan piagam Paramesti, dimana piagam ini diberikan oleh Menteri Kesehatan terhadap kabupaten kota yang telah memiliki Perda, Perbup maupun Perwako tentang pengendalian konsumsi hasil tembakau," ungkapnya.

(pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved