Tribun Wiki

Grand Inna Medan, Hotel Megah Pertama di Kota Medan Tempat Mengamen Sutan Syahrir

Hotel ini awalnya bernama Hotel Mijn de Boer atau lebih populer dipanggil Hotel de Boer.

Grand Inna Medan, Hotel Megah Pertama di Kota Medan Tempat Mengamen Sutan Syahrir
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Hotel Grand Inna Medan 

TRIBUN-MEDAN.com-Grand Inna Medan merupakan hotel megah pertama di Kota Medan.

Hotel ini awalnya bernama Hotel Mijn de Boer atau lebih populer dipanggil Hotel de Boer. Hotel tersebut merupakan milik pengusaha Belanda yang jatuh ke Pemerintahan Indonesia setelah masa kemerdekaan.

Kemudian hotel ini diberi nama Hotel Inna Dharma Deli dan berubah lagi menjadi Grand Inna Medan Hotel. Dimana hotel tersebut sebuah hotel bergaya Kolonial yang terletak di Jalan Balai Kota, Medan Petisah, Medan, Indonesia.

Hotel ini dibangun pada tahun 1898 oleh pengusaha Belanda bernama Aeint Herman de Boer. Pada masa itu de Boer membangun Hotel De Boer terdiri dari restoran, bar, dan tujuh kamar.

Barang Antik peninggallan De Boer di Hotel Grand Inna Medan, Jalan Balai Kota, Medan Petisah, Medan.
Barang Antik peninggallan De Boer di Hotel Grand Inna Medan, Jalan Balai Kota, Medan Petisah, Medan. (Tribun Medan/Aqmarul Akhyar)

Tahun 1909, Ia menambahkan lagi 40 kamar. Lalu pada 1930, Hotel De Boer kembali diperluas dengan menambahkan 120 kamar dan sebuah aula besar.

Pada 14 Desember 1957, dalam rangka nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda, Hotel De Boer diambil alih pemerintah Indonesia. Pada tahun 1965, di area Hotel De Boer didirikan Hotel Wisma Deli yang fungsinya semacam mess dengan restoran dan bar.

Tiga tahun kemudian, Wisma Deli diperluas dengan menambahkan tiga kamar sehingga total menjadi 15 kamar. Kemudian pada tahun 1970, didirikan sebuah bangunan bertingkat empat dengan 24 kamar.

Lobi Hotel Grand Inna Medan
Lobi Hotel Grand Inna Medan (Tribun Medan/Aqmarul Akhyar)

Selanjutnya, lima tahun kemudian kembali dilakukan perluasan dengan pembangunan gedung bertingkat dua dengan jumlah kamar sebanyak 10 unit sehingga tersedia 49 kamar. Saat ini, Hotel Grand Inna Medan memiliki 134 kamar hotel.

Ternyata, hotel yang menyandang predikat hotel termegah pada masa Kolonial ini selalu didatangi tamu para tokoh-tokoh hebat dari luar negeri maupun dalam negeri. Di antaranya Raja Leopold dari Belgia dan Pangeran Schaumburg - Lippe yang merupakan keponakan dari Ratu Wilhelmina dari Belanda.

Tamu lainnya yang terkenal adalah Matahari, agen spionase keturunan Indo Jawa yang tewas ditangan regu tembak tentara Prancis.

Tokoh dalam negeri yang lekat dengan hotel ini adalah Sutan Syahrir. Sutan Syahrir mengunjungi Hotel De Boer saat Ia masih kecil. Ia datang mengunjungi hotel tersebut untuk mencari nafkah dengan mengamen. Ia mengamen dengan memainkan alat musik biola dan menghibur para tamu-tamu dari Eropa.

Hotel Grand Inna Medan ini juga masih mempertahankan ciri bangunan kolonialnya. Dapat diketahui bahwa hotel ini secara keseluruhan terdiri dari tiga bagian, yaitu sebuah gedung bertingkat delapan, eks Hotel De Boer (dua tingkat) dan Garden Wing (eks Wisma Deli).

Hotel Grand Inna Medan juga masih mempertahankan salah satu menu legendaris, yaitu kue spesial tradisional hotel ini pada zaman dahulunya ialah Speculass.

Speculass merupakan kue yang bercinta rasa rempah-rempah yang menjadi kue andalan hotel ini. 

Meskipun hotel tua, manajeman Hotel Grand Inna Medan bersemangat untuk menggaet pelanggan dari kalangan milenial. Kedepan, pelayanan, fasilitas, dan hiburan akan disesuaikan dengan pangsa pasar yang sedang berkembang. (cr22/tribun-medan.com)

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved