INILAH Alasan MA Memvonis Baiq Nuril, Menkumham Proses Amnesti agar Nuril-Nuril Lain Berani Bersuara

Yasonna mengatakan, kasus yang dialami Nuril merupakan kasus yang erat kaitannya dengan keadilan para perempuan di Indonesia.

INILAH Alasan MA Memvonis Baiq Nuril, Menkumham Proses Amnesti agar Nuril-Nuril Lain Berani Bersuara
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
INILAH Alasan MA Memvonis Baiq Nuril, Menkumham Proses Amnesti agar Nuril-Nuril Lain Berani Bersuara. Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly usai bertemu dengan Baiq Nuril di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Senin (8/7/2019) sore. 

INILAH Alasan MA Memvonis Baiq Nuril, Menkumham Proses Amnesti agar Nuril-Nuril Lain Berani Bersuara

TRIBUN-MEDAN.com - Sangat jarang lembaga peradilan mengomentari putusan yang sudah dijatuhkan majelis hakim.

Namun kali ini, Mahkamah Agung (MA) akhirnya angkat bicara soal putusan Peninjauan Kembali (PK) terpidana UU ITE Baiq Nuril Makmun yang jadi pembicaraan publik.

Mahkamah Agung (MA) melalui majelis hakim yang dipimpin Suhadi dengan anggota Margono dan Desnayeti, Andi Samsan Nganro, menolak upaya PK yang diajukan kuasa hukum Baiq Nuril pada Kamis (04/07/2019).

Sebelumnya hakim kasasi MA memvonis Baiq Nuril dihukum 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta karena dianggap melanggar Pasal 27 Ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 11/2008 tentang ITE.

Hakim Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat memvonis bebas Nuril.

Namun, jaksa mengajukan banding hingga tingkat kasasi.

MA melalui Kepala Biro Hukum dan Humasnya, Abdullah mengatakan, telah terjadi kekeliruan dalam persepsi masyarakat ketika menanggapi perkara Baiq Nuril yang peninjauan kembalinya telah diputus oleh MA.

''Ada beberapa kekeliruan yang viral, seperti tindak pidana ITE dan kasus pelecehan seksual yang dicampur aduk, itu adalah dua perkara berbeda yang harus dipisah,'' ujar Abdullah di Gedung MA, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Abdullah menjelaskan, perkara yang diadili dan telah diputus ''in kracht'' oleh MA terkait dengan Undang-undang ITE mengenai penyebaran konten berupa rekaman pembicaraan.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved