Kasus Tiket Pesawat Terbaru Dugaan Kartel, Mundurnya Dirut Garuda (2 Jabatan) hingga Putusan KPPU

Kasus Tiket Pesawat Terbaru Dugaan Kartel, Mundurnya Dirut Garuda (2 Jabatan) hingga Putusan KPPU

Kasus Tiket Pesawat Terbaru Dugaan Kartel, Mundurnya Dirut Garuda (2 Jabatan) hingga Putusan KPPU
Kontan
Kasus Tiket Pesawat Terbaru Dugaan Kartel, Mundurnya Dirut Garuda (2 Jabatan) hingga Putusan KPPU 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus Tiket Pesawat Terbaru Dugaan Kartel, Mundurnya Dirut Garuda (2 Jabatan) hingga Putusan KPPU.

//

Nasib kasus dugaan kartel tarif tiket pesawat bakal ditentukan pada Senin (8/7/2019).

Baca: Harga Emas Hari Ini: Terbaru, Harga Emas Logam Mulia Turun Jadi Rp. 629.000/Gram, Rincian Lengkap

Baca: HOTMAN PARIS AKHIRNYA ANGKAT BICARA, Ancaman Dilaporkan Farhat Abbas, Argumentasi Hotman soal Pablo

Sejumlah penumpang pesawat mengantre di konter check in, di Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Deliserdang, Sabtu (1/6/2019). Mahalnya harga tiket pesawat, menjadi indikator menurunnya jumlah penumpang hingga 20 Persen dibandingkan tahun 2018.
Sejumlah penumpang pesawat mengantre di konter check in, di Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Deliserdang, Sabtu (1/6/2019). Mahalnya harga tiket pesawat, menjadi indikator menurunnya jumlah penumpang hingga 20 Persen dibandingkan tahun 2018. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) rencananya akan menggelar rapat komisi yang akan menentukan kelanjutan proses penyelidikannya.

Komisioner KPPU Guntur Saragih mengatakan, mundurnya Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dari posisi Komisaris Utama Sriwijaya Air tidak mempengaruhi penyelidikan.

"Tidak, justru kita apresiasi langkah tersebut," ucapnya, Minggu (7/7).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mempersilahkan KPPU untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Serta akan tunduk pada putusan KPPU terkait dugaan kartel harga tiket pesawat tersebut.

 Seperti diketahui, KPPU pada 1 Juli 2019 lalu memanggil Direktur Utama Garuda Indonesia terkait kasus rangkap jabatan.

Baca: Harga Emas Hari Ini: Terbaru, Harga Emas Logam Mulia Turun Jadi Rp. 629.000/Gram, Rincian Lengkap

Baca: HOTMAN PARIS AKHIRNYA ANGKAT BICARA, Ancaman Dilaporkan Farhat Abbas, Argumentasi Hotman soal Pablo

Tidak lama setelah pemanggilan itu, Dirut Garuda Indonesia mengundurkan diri dari posisi Komisaris di PT Sriwijaya Air.

Berdasarkan UU nomor 5 tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat pasal 26 menyebutkan, Seseorang yang menduduki jabatan sebagai direksi atau komisaris dari suatu perusahaan, pada waktu yang bersamaan dilarang merangkap menjadi direksi atau komisaris pada perusahaan lain, apabila perusahaan-perusahaan tersebut:

Halaman
12
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved